Dimensi perilaku kontra produktif (skripsi dan tesis)

Robinson dan Bennet, (1995) dalam Octavia, (2016) membagi 4 dimensi perilaku kerja kontra produktif yaitu, property deviance, production deviance, personal agression dan politic deviance.
A. Property deviance
Target dari penyimpangan properti adalah organisasi. Perilaku penyimpangan
properti seperti sabotase peralatan, memakai barang-barang milik perusahaan untuk kepentingan pribadi dan mencuri properti perusahaan (Robinson dan Bennet, 1995 dalam Keloway et al., 2010).
B. Production deviance
Robinson dan Bennet, (1995) dalam Keloway et al., (2010) menyatakan bahwa
perilaku yang termasuk dalam penyimpangan produksi misalnya, datang terlambat atau mengambil terlalu banyak waktu untuk istirahat. Menurut Wiki, (2014) dalam Octavia, (2016) yang termasuk dalam penyimpangan produksi adalah meninggalkan pekerjaan sebelum jam kerja selesai dan sengaja bekerja secara lambat.
C. Personal agression
Target dalam agresi individu adalah rekan kerja. Perilaku yang termasuk dalam
agresi individu seperti pelecehan seksual, agresi non verbal dan agresi verbal.
D. Politic deviance
Menurut Robinson dan Bennet, (1995) dalam Octavia, (2016) perilaku yang
termasuk dalam penyimpangan politik adalah tindakan memilih kasih antara
karyawan, bergosip dan menyalahkan atau menuduh seseorang perbuatan yang tidak dilakukannya.
Spector et al., (2006) membagi 5 dimensi perilaku kerja kotra produktif, yaitu:
abuse against others, production deviance, sabotage, theft, dan withdrawal.
A. Abuse against other
Spector et al., (2006) mendefinisikan Abuse against other sebagai perilaku
berbahaya yang diarahkan kepada rekan kerja dan lain-lain yang merugikan baik secara fisik maupun psikologis melalui ancaman, komentar jahat, mengabaikan orang lain, atau merusak kemampuan seseorang untuk bekerja secara efektif. perilaku tersebut langsung berbentuk agresi, meskipun dalam agresi fisik tempat kerja cenderung jarang terjadi.
B. Production deviance
Hollinger, (1986) dalam Spector et al., (2006) mendefinisikan production
deviance sebagai kegagalan seseorang dalam melaksanakan tugas pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan.
C. Sabotage
Spector et al., (2006) mendefinisikan sabotase sebagai perilaku yang mengotori
atau merusak properti milik organisasi. Penyimpangan produksi akan lebih aman
dari sabotase, karena penghancuran properti lebih mungkin terjadi di organisasi
dan dapat mengakibatkan penangkapan tergantung pada tingkat keparahan
tindakan yang dilakukan oleh karyawan.
D. Theft
Pencurian oleh karyawan diakui sebagai masalah besar bagi organisasi. Para
peneliti telah menyarankan bahwa pencurian dapat menjadi bentuk agresi terhadap
organisasi yang dilakukan dalam upaya untuk membahayakan organisasi
(Neuman dan Baron, 1998 dalam Spector et al., 2006).
E. Withdrawal
Hanisch et al., (1998) dalam Spector et al., (2006) mendefinisikan withdrawal
sebagai perilaku yang membatasi jumlah waktu kerja, datang tidak tepat
waktu/terlambat, meninggalkan organisasi lebih awal, dan mengambil waktu
istirahat lebih lama dari yang ditentukan oleh organisasi.