Keterlibatan Kerja (skripsi dan tesis)

Robbins dan Coulter (2007) mengatakan bahwa keterlibatan kerja
adalah tingkat pengidentifikasian psikologis karyawan dengan
pekerjaannya, secara aktif berpartisipasi dalam pekerjaannya,
dan menganggap kinerjanya di pekerjaannya adalah penting untuk
kebaikan dirinya sendiri.  Allport dalam Charlie L Reeve, et.al (2001) mengemukakan bahwa keterlibatan kerja adalah degree to which an employee is participating in his/her job and meeting such needs
as prestige and autonomy. Keterlibatan kerja derajat sampai
dimana karyawan yang berpartisipasi dalam pekerjaannya dan memenuhi
seperti kebutuhan-kebutuhan gengsi dan otonomi.
Dapat dinyatakan bahwa aktif berpartisipasi dalam pekerjaan dapat
menunjukkan seorang pekerja terlibat dalam pekerjaan. Aktif partisipasi
adalah perhatian seseorang terhadap sesuatu. Menurut Pachen menyatakan
bahwa ciri–ciri individu yang memiliki keterlibatan kerja yang rendah adalah
individu yang memandang pekerjaan sebagai bagian yang tidak penting
dalam hidupnya, memiliki rasa kurang bangga terhadap perusahaan, dan
kurang berpartisipasi terhadap pekerjaannya.
Keterlibatan kerja merupakan suatu ukuran sampai dimana
karyawan dapat berpartisipasi dalam pekerjaannya secara psikologis dan
menganggap pekerjaannya dan kinerjanya penting. Robbins dan
Coulter (2007) menyatakan bahwa karyawan dengan tingkat keterlibatan
kerja yang tinggi dengan kuat mengenali dan benar-benar
memerhatikan jenis pekerjaan yang mereka lakukan, tingkat yang tinggi
telah ditemukan terkait dengan tingkat absensi yang lebih sedikit dan
tingkat pengunduran diri karyawan yang lebih rendah. Dipertegas oleh G.
J. Blau dalam Robbins (2003) yang menyatakan bahwa “Tingkat
keterlibatan kerja yang tinggi telah ditemukan berkaitan dengan
kemangkiran yang lebih rendah dan tingkat permohonan berhenti yang
lebih rendah”. Hal ini dapat disimpulkan bahwa
karyawan yang mempunyai keterlibatan kerja yang tinggi akan
benar-benar serius menangani jenis pekerjaannya dengan demikian dapat
mengurangi absensinya, dan dari tingkat pengunduran diri / tingkat
permohonan diri karyawan yang rendah berarti sedikit sekali karyawan
yang mempunyai keinginan berpindah (turnover intention).
Lodahl and Kejner’s yang menyatakan beberapa definisi dari
keterlibatan kerja, yaitu: (a) Job Involvement is the degree to
which a person is identified psychologically with his work, or the
importance of work in his total selfimage; (b) the internalization of
values about the goodness of work or the importance of work in the worth
of the person and perhaps it thus measures the ease with which the
person can be further socialized into an organization;(c) the degree to
which a person’s work performance affects his self-esteem (Charlie L.
Reeve: 2001).
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa: (a) keterlibatan kerja
adalah derajat dimana seseorang mengidentifikasi secara psikologis terhadap pekerjaannya, atau pentingnya pekerjaan tersebut terhadap keseluruhan citra diri; (b) internalisasi nilai-nilai mengenai kebaikan bekerja atau pentingnya
bekerja dalam hal penghargaan atas diri sendiri yang nantinya akan
menentukan tingkat kenyamanan seseorang dalam bersosialisasi di
suatu organisasi; (c) derajat dimana kinerja seseorang mempengaruhi self
esteem (harga dirinya). Menurut Eby, et al. dalam Pare dan Tremblay (2007) menyatakan pendapat bahwa Employee discretion and influence through task involvement fosters a greater sense of support, trust, and intrinsic motivation and provides positive work attitudes.
Keterlibatan kerja pada karyawan dapat menumbuhkan tingkat yang lebih tinggi dari dukungan, kepercayaan, dan motivasi intrinsik, memberikan sikap kerja yang positif, solidaritas yang tinggi pada perusahaan dan keadaan emosi
positif dari individu sehingga terhubung dengan identitas yang mereka rasakan tinggi, merasakan pekerjaan sebagai kepentingan dan tujuan hidup.
Hasil penelitian Sherman dalam Udo, et al. (1997) menyatakan bahwa
Job involvement has also been found to be negatively related to turnover
intentions, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan kerja berhubungan negatif dengan keinginan berpindah