Pengukuran Dalam Stres Pasca Kematian (skripsi dan tesis)

 

Berbagai pengukuran telah dkembangkan untuk melihat stres dalam grief pasca kematian. Berbagai pengukuran tersebut memuat mengenai kondisi yang berbeda sesuai dengan tujuan dari alat ukur itu sendiri. Lebih khusus lagi dalam pengukuran stres pada grief pasca kematian perinatal maka diantaranya terdapat Perinatal Bereavement Scale (PBS) yang memuat mengenai Pikiran dan perasaan, termasuk kesedihan, rasa bersalah, kemarahan, dan keasyikan dengan kerugian  (Theut, 1989).

Dalam pengukuran pasca kematian perinatal lainnya adalah menurut Toedter, Lasker, dan Alhadeff (1988) yang mengembangkan alat ukur grief bagi orang tua yang mengalami kematian anak yang disebut sebagai Perinatal Grief Scale (PGS) dimana dalam pengukuran tersebut mengemukakan tiga subskala dari perinatal grief yaitu active grief, difficulty coping, dan despair. Active grief menggambarkan perasaan sedih, merindukan bayi yang telah tiada, menangis untuk bayi yang telah tiada, dan secara umum menggambarkan ekspresi-ekspresi grief yang terlihat. Difficulty Coping mengukur perilaku adaptif, bilamana individu mengalami kesulitan dalam menghadapi rutinitas sehari-hari maupun orang lain. Despair menggambarkan perasaan tidak berharga, rasa bersalah, kerentanan, dan menunjukkan potensi terjadinya efek yang serius dan berkepanjangan dari kehilangan bayi yang dialami (Toedter, Lasker, dan Alhadeff, 1988).

Pengukuran lain yang digunakan dalam grief bagi orang tua yang mengalami kematian anak adalah Texas Revised Inventory of Grief-Present Scale (Paulhan & Bourgeois, 1995 dan Wilson, 2006). Prinsip dari pengukuran Texas Revised Inventory of Grief-Present Scale adalah mengukur kecenderungan kesedihan patologis yang dimiliki seorang individu. Dalam pengukuran ini memuat mengenai pertanyaan mengenai fenomena yang berhubungan dengan kesedihan, sehingga dapat digunakan untuk mengukur (1) kerugian non-penerimaan, (2) kerinduan / kehilangan almarhum, (3) perasaan menjadi marah / marah, dan (4) menangis / kesedihan. Dimana individu akan menganggapi dalam bentuk pernyataan memilih yaitu Sepenuhnya Salah/completely false,  sebagian salah/Mostly False, salah dan benar/True dan False, sebagian benar/Mostly Benar, dan sepenuhnya salah/Completely Benar.