Komitmen organisasional didefinisikan sebagai tingkat sejauh mana
seorang karyawan memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan
keinginannya untuk mempertahankan keanggotaanya dalam organisasi
tersebut (Robbins & Judge, 2009:100). Komitmen organisasi
(organizational commitment) juga didefenisikan sebagai derajat seseorang
mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari organisasi dan berkeinginan
melanjutkan berpartisipasi aktif di dalamnya McNeese-Smith (1996, dalam
Siswanto, 2012).
Menurut Robbins (2008:99) Komitmen karyawan terhadap
organisasi organisasi yaitu sampai tingkat mana seorang pegawai memihak
pada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya, serta berniat
memelihara keanggotaan dalam organisasi tertentu. Komitmen kerja
karyawan menentukan berhasil tidaknya tujuan yang hendak dicapai oleh
suatu organisasi atau perusahaan. Hal ini berarti apabila setiap anggota
organisasi memiliki komitmen yang tinggi maka besar kemungkinan
keberhasilan atau kesuksesan dapat tercapai. Keberhasilan suatu organisasi
akan berdampak baik bagi kelangsungan hidup organisasi atau perusahaan
dan karyawannya.
Adanya komitmen karir mencerminkan komitmen kerja yang
mereka miliki serta mengaitkannya dengan hasil karir yang diinginkan
(Aryee dan Tan, 1994, dalam Siswanto, 2012). Seseorang yang memiliki
komitmen kuat akan mengakibatkan semangat mereka yang tinggi
terhadap penyelesaian tugas dan pekerjaannya, sehingga mereka mampu
melakukan upaya apapun untuk mencapai kemajuan karir. Komitmen
dipandang penting dalam suatu organisasi, karena dengan komitmen yang
tinggi seorang karyawan akan bersikap profesional dan menjunjung tinggi
nilai-nilai yang telah disepakati bersama dalam organisasi, yang fokusnya
adalah nilai-nilai dan sikap (attitude) yang dimiliki oleh karyawan. Karena
perusahaan meyakini bahwa tanpa komitmen karyawan yang tinggi maka
perusahaan tidak akan sukses.
