Seorang individu yang pertama kali menerima tawaran pekerjaan
akan memiliki pengadaan yang berbeda tentang pekerjaan, jika
dibandingkan dengan individu yang telah lama bekerja. Mereka yang telah
lama bekerja akan berpandangan lebih luas dan bermakna. Anggapan
terhadap kerja tersebut berubah tidak saja dianggap sebagai sumber
penghasilan, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat dimiliki keinginan
lain, seperti penghargaan dari orang lain, persaingan terhadap kekuasaan
serta jabatan yang lebih tinggi. Sehubungan dengan ini, maka setiap
pegawai harus diberi kesempatan untuk mengembangkan karirnya, yakni
sebagai alat untuk mempertahankan komitmen karir mereka dan
meningkatkan kepuasan kerja.
Karir merupakan keseluruhan jabatan atau posisi yang mungkin
diduduki seseorang dalam organisasi dalam kehidupan kerjanya, dan
tujuan karir merupakan jabatan tertinggi yang akan diduduki seseorang
dalam suatu organisasi. Rivai (2003:290) mendefinisikan bahwa
pengembangan karir adalah proses peningkatan kemampuan kerja individu
yang dicapai dalam rangka mencapai karir yang diinginkan. Suatu karir
mencerminkan perkembangan para anggota organisasi (karyawan) secara
individu dalam jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai
selama masa kerja dalam organisasi yang bersangkutan. Dengan demikian,
suatu karir menunjukkan orang-orang pada masing-masing peranan atau
status mereka. Karir pada dasarnya merupakan istilah teknis dalam
administrasi personalia. Mathis dan Jackson (2002:27) menjelaskan
definisi pengembangan karier sebagai pertumbuhan kemampuan yang
terjadi jauh melampaui apa yang dituntut dalam suatu pekerjaan dan dalam
hal ini sumber daya manusia berperan penting dalam maju mundurnya
suatu organisasi.
Berdasarkan uraian pernyataan di atas, dapat diartikan bahwa
pengembangan karier hendaknya disusun secara cermat dan didasarkan
pada metode-metode ilmiah serta pedoman pada pelatihan yang
dibutuhkan organisasi saat itu maupun yang akan datang. Pengembangan
karier harus bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis,
konseptual dan moral karyawan supaya prestasi kerjanya dapat mencapai
hasil optimal. Suatu pengembangan karier dapat dilihat sebagai
pertumbuhan kemampuan yang terjadi jauh melampaui apa yang dituntut
dalam suatu pekerjaan. Adanya pengembangan karier sangat
menguntungkan bagi suatu organisasi dalam meningkatkan kemampuan
organisasinya untuk berkompetensi dan beradaptasi dengan perubahan
lingkungan yang kompetitif. Hasibuan, (2001:34) menyatakan bahwa
pengembangan karier meliputi pendidikan, pelatihan dan mutasi.
Pengembangan karier merupakan tahap atau bagian dari proses
perencanaan sumber daya manusia secara keseluruhan. Dijelaskan bahwa
pendidikan bertujuan untuk pengembangan individu. Pelatihan bertujuan
untuk merespon apa yang dikehendaki organisasi. Sedangkan mutasi
dalam hal ini membuat karyawan dapat bertindak sesuai dengan keinginan
berdasarkan cara/prosedur yang telah ditetapkan.
Mathis dan Jackson (2002:52) menyatakan bahwa kebijakan akan
pengembangan karier mempunyai dua pendekatan pengembangan yaitu di
tempat kerja dan diluar tempat kerja melalui pendekatan peningkatan
pendidikan, pelatihan dan terjadinya mutasi dalam suatu lingkup
organisasi. Uraian-uraian di atas diketahui bahwa metode pengembangan
karier harus didasarkan pada sasaran organisasi yang ingin dicapai.
Bagaimanapun juga pengembangan karir masing-masing anggota dalam
organisasi tentunya tidak sama, karena amat tergantung dari berbagai
faktor. Titik sentral untuk meniti karir pada dasarnya terletak pada dua hal
yaitu:
1. Kemampuan intelektual
2. Kemampuan dalam kepemimpinan
3. Kemampuan manajerial
Ketiga hal tersebut senantiasa dibina oleh setiap karyawan atau
anggota organisasi apapun, terutama mereka yang potensial kalau ingin
maju dalam karirnya. Pengembangan karir merupakan pendekatan formal
yang dilakukan organisasi untuk menjamin orang-orang dalam organisasi
mempunyai kualifikasian kemampuan serta pengalaman yang cocok ketika
dibutuhkan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola karir dan
mengembangkannya dengan baik supaya produktivitas karyawan tetap
terjaga dan mampu mendorong karyawan untuk selalu melakukan hal yang
terbaik dan menghindari frustasi kerja yang berakibat penurunan kinerja
perusahaan. Pengelolaan dan pengembangan karir akan meningkatkan
efektifitas dan kreatifitas sumber daya manusia dalam upaya mendukung
perusahaan untuk mencapai tujuannya (Siswanto, 2012).
