Indikator Pengembangan Karir (skripsi dan tesis)

Secara keseluruhan dapat dipahami bahwa indikator pengembangan
karier dalam suatu perusahaan pada dasarnya dikembangkan atas empat
fokus yaitu pendidikan dan pelatihan, mutasi dan promosi jabatan (Ali,
2012),
1. Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan adalah suatu upaya sadar dan terencana untuk dapat
memberikan suatu wahana dan wawasan tentang pengetahuan kerja dan cara
mengerjakan pekerjaan sesuai orientasi kemajuan pekerjaan. Akan berbeda
karyawan yang memiliki pendidikan yang tinggi dengan karyawan yang
tidak memiliki pendidikan tinggi. Hasibuan (2001:69), mengemukakan
bahwa pendidikan adalah concerned with increasing general knowledge and
understanding our total environment’. Pendidikan adalah berhubungan
dengan peningkatan pengetahuan umum dan pemahaman atas lingkungan
kita secara menyeluruh. Hasbullah (2005:53) mengemukakan ditinjau dari
sudut tingkatan bahwa jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan
dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi. Pendidikan dan pelatihan
sesungguhnya tidak sama. Walaupun banyak persamaan, kedua-duanya
berhubungan dengan memberikan bantuan kecerdasan, pengetahuan dan
kemampuan yang lebih tinggi. Pendidikan sifatnya lebih teoritis, dan
keahlian jadi lebih bersifat praktis. Menurut Siagian (2002:182) perbedaan
tersebut pada intinya, bahwa pelatihan dimaksudkan untuk membantu
meningkatkan kemampuan para aparatur melaksanakan tugas sekarang,
sedangkan pengembangan lebih berorientasi pada peningkatan produktivitas
kerja para pekerja dimasa depan. Gomes (2003:1997) pendapatnya berbeda,
ia mengatakan bahwa istilah pelatihan sering disamakan dengan istilah
pengembangan. Pengembangan (development) menunjuk kepada
kesempatan-kesempatan belajar (Learning opportunities) yang di desain
guna membantu pengembangan para pekerja. Kesempatan ini tidak terbatas
pada upaya perbaikan kinerja pekerja dan pada pekerjaan sekarang. Menurut
Sastrohadiwiryo (2002:199) menyatakan pendidikan dan pelatihan
merupakan salah satu kunci manajemen sumber daya manusia dan
tanggungjawab yang tidak dapat dilaksanakan secara sembarangan.
2. Mutasi
Mutasi karyawan merupakan proses kegiatan yang dapat
mengembangkan posisi atau status seorang karyawan dalam lingkup
organisasi. Karena itu merupakan kekuatan yang sanggup mengubah posisi
karyawan, maka dikatakan bahwa mutasi merupakan salah satu cara yang
paling baik untuk mengembangkan sumber daya manusia aparatur dalam
lingkup organisasi. Indikator dari mutasi kerja adalah mewujudkan suatu
pemahaman dan pengalaman kerja berdasarkan nuansa-nuansa lingkungan
kerja antara satu tempat kerja dengan tempat kerja lainnya, sehingga
aktualisasi indikator tersebut berupa kemampuan karyawan beradaptasi,
mudah bersosialisasi dan memiliki tingkat rasa tanggungjawab yang tinggi
terhadap dinamika kerja yang dihadapinya.
3. Promosi Jabatan
Membahas mengenai promosi jabatan, beberapa teori yang dapat
digunakan antara lain teori “tujuan”, teori “hasil”, teori “kepentingan”, teori
“prestasi”, teori “tindakan”. Teori-teori ini memiliki relevansi dalam
pengembangan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi.
Nicholas (2002:69) menyatakan the organization in achieve of goal through
promotion. The successful of organization in development of human
resource appointment by so far the application of promotion by employee.
Organisasi mencapai tujuan melalui promosi kerja. Keberhasilan suatu
organisasi dalam mengembangkan SDMnya ditentukan oleh Sejauh mana
penerapan promosi kerja bagi karyawan. Ritzer dalam Rivai (2005:59)
menyatakan bahwa a activities of promotion on the principle it represent the
acknowledgment about the successful by people in achieve of the best
success of prestation. Setiap kegiatan promosi pada prinsipnya merupakan
pengakuan tentang keberhasilan seseorang dalam mencapai prestasi yang
gemilang.