Pengertian Iklim Kerja (skripsi dan tesis)

Para ahli mengartikan bahwa iklim organisasi sebagai suatu unsur
fisik, dimana iklim dapat sebagai suatu atribusi dari organisasi atau
sebagai suatu atribusi dari persepsi individu sendiri. Menurut Simamora
(2004:81) bahwa iklim organisasi adalah lingkungan internal atau
psikologi organisasi. Iklim organisasi mempengaruhi praktik dan
kebijakan SDM yang diterima oleh anggota organisasi. Perlu diketahui
bahwa setiap organisasi akan memiliki iklim organisasi yang berbeda.
Keanekaragaman pekerjaan yang dirancang di dalam organisasi, atau sifat
individu yang ada akan menggambarkan perbedaan tersebut. Lussier
(2005:486) mengatakan bahwa iklim organisasi adalah persepsi pegawai
mengenai kualitas lingkungan internal organisasi yang secara relatif
dirasakan oleh anggota organisasi yang kemudian akan mempengaruhi
perilaku mereka berikutnya. Menurut Wirawan (2007:121) bahwa iklim
organisasi merupakan kualitas lingkungan internal yang secara relatif terus
berlangsung, dialami oleh anggota organisasi, mempengaruhi perilaku
setiap anggotanya.
Iklim organisasi mempengaruhi praktik dan kebijakan SDM yang
diterima oleh anggota organisasi. Perlu diketahui bahwa setiap organisasi
akan memiliki iklim organisasi yang berbeda. Keanekaragaman pekerjaan
yang dirancang di dalam organisasi atau sifat individu yang ada akan
menggambarkan perbedaan tersebut. Semua organisasi tentu memiliki
strategi dalam mengelola SDM. Iklim organisasi yang terbuka memacu
pegawai untuk mengutarakan kepentingan dan ketidakpuasan tanpa adanya
rasa takut akan tindakan balasan dan perhatian. Ketidakpuasan seperti itu
dapat ditangani dengan cara yang positif dan bijaksana. Iklim keterbukaan
bagaimanapun juga hanya tercipta jika semua anggota memiliki tingkat
keyakinan yang tinggi dan mempercayai keadilan tindakan iklim
organisasi penting untuk diciptakan karena merupakan persepsi seorang
tentang apa yang diberikan oleh organisasi dan dijadikan dasar bagi
penentuan tingkah laku anggota selanjutnya. Iklim ditentukan oleh
seberapa baik anggota diarahkan, dibangun dan hargai oleh organisasi
Reichers dan Scheinder (1990, dalam Siswanto, 2012) menyatakan
iklim kerja diartikan sebagai persepsi tentang kebijakan, praktek-praktek
dan prosedur-prosedur organisasional yang dirasa dan diterima oleh
individu-individu dalam organisasi, ataupun persepsi individu terhadap
tempatnya bekerja. Individu dalam suatu organisasi menganggap iklim
kerja merupakan sebuah atribut, dimana atribut ini digunakan dalam
perwujudan bagi keberadaan mereka di dalam organisasi. Iklim kerja
berada pada tingkat individu dan organisasi, disaat iklim kerja masuk pada
tatanan individu, maka hal ini disebut iklim psikologikal (psychological
climate) sedangkan apabila penilaian terhadap iklim tersebut telah
dirasakan oleh banyak individu di dalam sebuah organisasi maka akan
disebut iklim kerja organisasional.
Berbagai macam definisi tentang iklim kerja dapat menjadi
pemahaman bahwa iklim kerja erat kaitannya dengan tiga hal: lingkungan
internal organisasi, individu dalam organisasi, dan karakteristik khas
antara satu organisasi dengan organisasi lainnya (Siswanto, 2012). Dari
pendapat di atas maka dapat dikatakan bahwa iklim organisasi merupakan
suatu konsep yang menggambarkan tentang kualitas lingkungan internal
organisasi yang mempengaruhi prilaku anggota organisasi dalam
melaksanakan pekerjaannya. Di dalam praktiknya, penting untuk
menciptakan sebuah iklim kerja yang tepat dan menyediakan sumber daya
yang efektif sehingga menjauhkan organisasi dari hal-hal negatif dan dapat
merangsang motivasi karyawan untuk terus bekerja. Sumber daya
pekerjaan yang terkait dengan hal seperti kerja keras dan teamwork sangat
membantu untuk menghasilkan tujuan dan cita-cita perusahaan.