Sejumlah pegawai di lingkungan suatu organisasi merupakan sebuah masyarakat tersendiri dengan karakteristiknya masingmasing.
Suasana psikologis/batin seorang pegawai sebagai individu dalam
organisasi akan menjadi lingkungan kerja yang sangat berpengaruh terhadap
pelaksanaan pekerjaannya. Semangat atau tidaknya pegawai tersebut sangat
dipengaruhi motivasi kerja yang berasal dari dirinya. Pentingnya motivasi adalah menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia agar mau bekerja giat guna mencapai hasil yang optimal.
Hal ini senada dengan pendapat yang dikemukakan Susilo Martoyo (2000) yang menyatakan bahwa : “…disinilah sangat penting untuk
disadari oleh setiap pimpinan dalam organisasi, adanya teknik-teknik untuk
dapat memelihara prestasi dan kepuasan kerja pegawai, antara lain adalah
memberikan motivasi kepada pegawainya agar dapat melaksanakan tugas mereka sesuai aturan dan pengarahan”. Pengertian di atas mengandung arti
bahwa motivasi adalah keahlian dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil sehingga tercapai keinginan para pegawai sekaligus tercapainya tujuan organisasi. Menurut Stephen P. Robbins (2003) mengatakan bahwa “motivasi adalah suatu proses yang menghasilkan suatu intensitas, arah dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapai tujuan
