Tahapan Terapi (skripsi dan tesis)

Hynes dan Thompson (dalam Purnamarini, Setiawan, & Hidayat, 2016)
membagi terapi menulis ke dalam tahapan yakni:
a. Recognation/Initial writing
Tahapan ini merupakan tahapan awal untuk menuju sesi menulis. Tahap
ini bertujuan untuk memfokuskan pikiran, membuka imajinasi, merelaksasi
dan menghilangkan pikiran negatif yang mungkin muncul pada diri klien,
serta mengevaluasi kondisi mood atau konsentrasi klien. Pertama, klien
diberikan kesempatan untuk menulis secara bebas kata-kata, frase, atau
mengungkapkan hal lain yang muncul dalam pikiran tanpa sebuah
perencanaan dan arahan. Selain menulis, sesi ini juga dapat dimulai dengan
pemanasan, menggambar bentuk sederhana, gerakan sederhana, atau
mendengarkan instrumen. Tahap ini berlangsung 6 menit.
b. Examination/writing exercise
Tujuan tahap ini yaitu untuk mengetahui lebih dalam reaksi klien terhadap
suatu situasi tertentu. Proses terapi menulis dilakukan pada tahap ini. Tidak
ada instruksi yang baku pada tahap ini, sehingga instruksi yang diberikan
dapat disesuaikan dengan usia dan pemahaman klien. Tahap ini memakan
waktu sekitar 10-20 menit dalam satu sesi dan dapat dilakukan dalam 3-5 sesi.
Pada sesi ini, menulis yang dilakukan klien sudah terarah. Diawali dengan
peristiwa emosional yang umum sampai dengan peristiwa spesifik yang
mengganggu klien, seperti ketika didiagnosis mengalami suatu penyakit,
kehilangan pekerjaan, atau kecemasan ketika menghadapi suatu peristiwa.
Dalam sesi ini bukan hanya penggalian tentang masa lalu klien, tetapi juga
untuk menghadapi situasi yang sedang maupun yang akan dihadapi di masa
depan.
c. Juxtaposition/Feedback
Pada tahap ini, klien didorong agar memperoleh persepsi baru dalam
memandang suatu permasalahan, sehingga dapat memberikan inspirasi baru
terhadap perilaku, sikap, penilaian dan pemahaman yang lebih pada dirinya.
Hal pokok pada tahap ini yaitu mengetahui bagaimana persaan klien pada saat
menulis ekspresif, setelah menulis dan pada saat membacanya kembali.
d. Application to the self
Pada tahap terakhir ini klien didorong untuk mengaplikasikan pengetahuan
barunya ke dalam dunia nyata. Konselor atau terapis membantu klien
mengintegrasikan apa yang telah dipelajari selama sesi menulis dengan
merefleksikan kembali apa saja yang mesti diubah atau diperbaiki dan mana
yang perlu dipertahankan.
Selain itu juga dilakukan refleksi tentang manfaat menulis bagi klien.
Konselor juga perlu menanyakan apakah klien mengalami ketidaknyamanan
atau bantuan tambahan untuk mengatasi masalah sebagai akibat dari proses
menulis yang mereka ikuti.