Konsep Pemasaran (skripsi dan tesis)

Konsep pemasaran adalah suatu falsafah manajemen dalam bidang pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan dan keinginan konsumen dengan didukunh oleh kegiatan pemasaran terpadu yang diarahkan untuk memberikan kepuasan konnsumen sebagai kunci keberhasilan organisasi dalam usahanya mencapai tujuan yang telah diterapkan. Konsep pemasaran bank mengandung arti sebagai berikut: 1. Mempunyai falsafah yang mantap dan bertanggung jawab, 2. Berorientasi pada nasabah di satu pihak, 3. Menguntungkan perusahaan dilain pihak. Secara umum tujuan pemasaran bank adalah untuk: 1. Memaksimalkan konsumsi, 2. Memaksimalkan kepuasan pelanggan melalui berbagai pelayanan yang diinginkan nasabah, 3. Memaksimalkan pilihan (ragam produk), dan 4. Memaksimalkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan kepada nasabah dan menciptakan iklim yang efesien. Menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler, pemasaran memiliki elemen penting yang terdiri atas strategy, dan value. Strategi meliputi segmentasi (segmentation), penentuan target (targeting), dan pemosisian diri (positioning). Taktik yang harus dilakukan mencakup diferensiasi (differentiation), bauran pemasaran (marketing mix), dan penjualan (selling). Sedangkan ruang lingkup value adalah merek (brand), layanan (service), dan proses (process). Berikut strategi pemasaran bank syariah dengan menggunakan Sembilan elemen pemasaran di atas. 1. Strategy a. Segmentation Bank syariah harus mampu melihat potensi pasarnya secara kreatif serta membaginya kedalam sekmen berdasarkan psikologis dan market behavior. Sudah saatnya tidak melakukan sekmentasi berdasarkan sekmen pasar rasional dan pasar emosional, tetapi mulai mengarah sekmen pasar rasional yang religius dan yg rasional seiring perkembangan entitas bank syariah. Penetapan sekmentasi pasar yang dilakukan harus memperhatikan: faktor geografis, seperti wilayah, ukurun daerah dan kota, kepadatan penduduk, dan iklim, aspek demokrafis, seperti umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, dan pendidikan, ranah psikologis, seperti kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian, serta perilaku nasabah, antara lain manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakai, status kesetiaan, dan sikap terhadap produk. b. Targeting Dari segmentasi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal industri, dilakukan beberapa segmen unggulan, seperti segmen usaha yang bisa menerapkan pola bagi hasil untuk sektor ekonomi tertentu. Lalu bidiklah beberapa segmen yang sangat tergantung pada ukuran (market size), pertumbuhan (market growth), keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan situasi kompetisinya (competitive situation) . c. Positioning Memposisikan produk bank syariah sangatlah penting guna mengetauhi bagaimana nasabah memersepsikan produknya ditengah pesaing yang berimplikasi terhadap kemampuan inovasi. Sebab persaingan memperebutkan nasabah tidak dilakukan dipasar, tapi dibenak konsumen (Al Ries dan Jack Trout). Penentuan sekmentasi diikuti dengan pemusisian produk, merk, dan perusahaan, misalnya IMB Bank memosisikan diri dengan “IMB Persembahan Indonesia” atau Bank SBM “untuk masa depan yang lebih baik”. Contoh lain ada produk dengan tabungan arafah “cara mudah haji mabrur” atau rumah sakinah “idaman keluarga bahagia” untuk pembiayaan pembelian rumah. 2. Tactic a. Differentiation Untuk menjadi pemimpin pasar, perusahaan harus memiliki kualitas produk yang lebih baik disbandingkan dengan pesaing lain (product leadership) seperti yang diungkapkan oleh Michael Treacy dan Fred Wiersema dalam buku mereka, The Discipline of Market Leaders: Choose Your Custumers, Narrow Your Focus, Daminate Your Market (dikutip Kartajaya dan Listyo, 2006). Diferensiasi dapat dilakukan melalui konten yang ditawarkan (what to offer), lewat konteks cara menawarkan (how to offer), dan infrastruktur pendukungnya (enabler) sehingga produk jasa bank syariah bisa memiliki nilai jual, antara lain terkait kepastian harga, transparansi, hubungan kemitraan yang setara, ketiadaan unsure spekulasi, jaminan adanya underlying asset, serta akad yang bervariasi. b. Marketing Mix Perbankan merupakan industry jasa sehingga konsep pemasarannya lebih cenderung mengikuti konsep pemasaran untuk produk jasa. Sedangkan yang membedakan perbankan dengan industry jasa lainnya adalah banyaknya ketentuan dan peraturan yang mengikat (high regulated) karena bank merupakan lembaga kepercayaan (trus company). Marketing mix terdiri atas product, price, promotion, place (4P), dan dilengkapi aspek people, process, dan physical evidence. c. Selling Penyusunan Marketing Mix dilanjutkan dengan strategi menjual (selling) yang merupakan taktik untuk menciptakan hubungan harmonis jangka panjang dengan nasabah bukan sekedar transaksional jangka pendek. Selling yang dilakukan memiliki tingkatan feature selling, benefit selling, dan salution selling sehingga akan berdampak terhadap perilaku nasabah mulai dari awareness, penggunaan produk atau jasa sebagai symbol identity, terjalinnya hubungan jangka panjang, pembentukan komunitas, sehingga pemberian advokasi.