Sistem Nilai Yang Merupakan Sumber Makna Hidup (skripsi dan tesis)

Menurut Schultz (dalam Adhi, 2012) menyebutkan bahwa ada tiga sistem
nilai yang merupakan sumber makna hidup.
Pertama, nilai-nilai daya cipta atau kreasi (creative values), nilai ini intinya
memberikan sesuatu yang berharga dan berguna pada kehidupan. Terletak pada
sikap dan cara kerja yang mencerminkan keterlibatan pribadi pada pekerjaan.
Kedua, nilai-nilai penghayatan (experiental values), yaitu meyakini dan
menghayati kebenaran, kebijakan, keindahan, keadilan, keimanan dan nilai-nilai
lain yang dianggap berharga. Dalam hal ini, cinta kasih merupakan nilai yang
penting untuk mengembangkan hidup bermakna. Karena dalam hubungan sosial
saling mengasihi, individu akan merasakan hidup sarat dengan pengalaman penuh
makna dan membahagiakan.
Ketiga, adalah nilai-nilai sikap (attitudinal values), yaitu menerima dengan
tabah dan mengambil sikap yang tepat terhadap penderitaan yang tidak dapat
dihindari lagi setelah berbagai upaya dilakukan secara optimal, tetapi tidak berhasil
mengatasinya. Mengingat peristiwa tragis ini tidak dapat dielakkan lagi, maka sikap
menghadapi masalah perlu diubah.
Dengan mengubah sikap, diharapkan beban mental akibat musibah
berkurang, bahkan mungkin saja dapat memberikan pengalaman berharga bagi
penderita, dalam bahasa sehari-hari disebut hikmah. Maka, individu yang bisa
merealisasikan ketiga nilai dalam kondisi menderita sekalipun, berarti telah
membuka gerbang ke arah hidup bermakna.