Pengertian Kebermaknaan Hidup (skripsi dan tesis)

Menurut Bastaman (2007) bahwa makna hidup adalah sesuatu yang
dianggap penting, benar dan didambakan serta memberi nilai khusus bagi
seseorang. Makna hidup bila ditemukan dan dipenuhi akan menyebabkan
kehidupan berarti dan berharga dan pada akhirnya akan menimbulkan penghayatan
bahagia (happiness) sebagai akibat sampingnya.
Menurut Ancok (dalam Aisyah, 2007) menyatakan bahwa Kebermaknaan
hidup adalah merupakan sebuah motivasi yang kuat dan mendorong individu untuk
melakukan sesuatu kegiatan yang berguna.
Menurut Frankl (dalam Respti, 2007) bahwa tegangan akibat pencarian
makna hidup merupakan persyaratan bagi kesehatan psikologis karena dapat
menimbulkan kegairahan hidup. Kepribadian yang sehat memiliki tegangan dalam
tingkat tertentu antara apa yang sudah dicapai dan diselesaikan, suatu perbedaan
antara individu sekarang dengan kondisi yang seharusnya. Sebaliknya
mengacuhkan pencarian dapat menciptakan kekosongan (exsistentila vacum) dan
dapat menciptakan perasaan bosan, apatis dan tanpa tujuan hidup menjadi tanpa arti
sehingga tidak memiliki alasan untuk melanjutkan hidup.
Menurut Frankl (dalam Bastaman, 2007) bila dalam kehidupan seseorang
hasrat untuk hidup bermakna tidak terpenuhi, maka akan dapat menimbulkan
perasaan hampa, gersang, merasa tidak memiliki tujuan hidup, merasa hidup tidak
berarti, serta bosan dan apatis. Lebih lanjut penghayatan-penghayatan tersebut
mungkin saja tidak terungkap secara nyata, tetapi terselubung di balik berbagai
upaya kompensasi dan kehendak yang berlebihan untuk berkuasa, bersenangsenang mencari kenikmatan, bekerja dan mengumpulkan uang. Dengan kata lain
perilaku dan kehendak yang berlebihan itu bisa menutupi penghayatan hidup tanpa
makna.
Menurut Crumbaugh (dalam Koeswara, 1987) kekurangan makna hidup
bisa menjadi sebab maupun akibat kondisi depresi, baik dari kekurangan makna
maupun kondisi depresi yang bisa ditimbulkan oleh penyebab-penyebab lain.
Depresi yang dialami individu sebagai contoh menunjuk kepada situasi bila
individu menghadapi makna yang melimpah, tetapi individu tersebut tidak mampu
mengarahkan dirinya kepada makna-makna tertentu yang pasti, serta ketidak
mampuan individu untuk menyesuaikan diri dan mengatasi masalah-masalah
personal secara efisien. Crumbaugh juga merancang kuantifikasi konsep makna
hidup berdasarkan pandangan Frankl tentang pengalaman dalam menemukan
makna hidup, terdiri dari tujuan hidup, kepuasan hidup, kebebasan berkehendak,
sikap terhadap kematian, pikiran tentang bunuh diri, dan kepantasan hidup.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebermaknaan hidup
merupakan suatu tujuan hidup yang jelas dan penuh makna dimana individu yang
menjalani tidak merasa hampa, penuh gairah dan optimis sehingga memiliki hidup
merasa berarti, lebih terarah dan lebih dapat disadari, serta merasakan kemajuankemajuan hidup yang telah dicapai.