Pengertian Makna Hidup (skripsi dan tesis)

Berdasarkan pengalaman Viktor E.Frankl ketika
menjadi tawanan di Kamp Konsentrasi NAZI Jerman di
Austwich. Viktor E. Frankl menemukan adanya individu
yang mampu bertahan hidup dengan memiliki semangat
yang tinggi, meskipun banyak diantara tawanan lain sudah
putus asa dan bahkan mencoba bunuh diri.
Menurut Frankl, makna hidup merupakan proses
penemuan hakekat yang sangat berarti bagi individu.
Pencarian makna hidup tiap individu berbeda, sehingga ini
merupakan alasan yang mendasar dari tiap individu,
dimana keadaan penghayatan hidup penuh makna yang
membuat individu merasakan hidupnya lebih bahagia, lebih
berharga dan memiliki tujuan yang mulia untuk
dipenuhinya.
Viktor E. Frankl adalah seorang neurolog dan
psikiater terkemuka di Eropa. Teorinya dikenal sebagai
logoterapi. Logoterapi adalah memusatkan perhatian pada
masa depan atau pada pencarian makna hidup yang harus
dilakukan oleh seseorang di masa depannya. Jadi,
logoterapi merupakan psikoterapi yang memusatkan upaya
pada pencarian makna hidup (Frankl, 2017)
Frankl mengatakan bahwa makna hidup merupakan
sesuatu yang dianggap penting, benar dan didambakan
serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, makna
hidup juga bersifat personal dan unik. Ini disebabkan
karena individu bebas menentukan caranya sendiri dalam
menemukan dan menciptakan makna. Jadi, penemuan dan
penciptaan makna hidup menjadi tanggung jawab individu
itu sendiri dan tidak dapat diserahkan kepada orang lain,
karena hanya individu itu sendirilah yang mampu
merasakan dan mengalami makna hidupnya.
Makna hidup mengandung sebuah pengertian yang
menunjukkan bahwa dalam makna hidup terkandung juga
banyak tujuan hidup yakni hal-hal yang perlu dicapai dan
dipenuhi, mengingat antara makna hidup dan tujuan hidup
tak dapat terpisahkan maka untuk keperluan praktis
pengertian “makna hidup” dan “tujuan hidup” itu
disamakan. Hal yang paling utama dalam hidup adalah
bertanggung jawab untuk menemukan jawaban-jawaban
yang tepat dari semua permasalahan hidup dan
menyelesaikan tugas-tugas yang terus menerus disodorkan
oleh hidup kepada masing-masing individu (Frankl, 2017).
Bastaman mengatakan bahwa makna hidup
merupakan suatu yang dianggap penting, benar dan
didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang.
Makna hidup bila berhasil ditemukan dan dipenuhi akan
menyebabkan kehidupan ini dirasakan demikian berarti dan
berharga. Pengertian mengenai makna hidup menunjukkan
bahwa di dalamnya terkandung juga tujuan hidup, yakni
hal-hal yang perlu dicapai dan dipenuhi. Makna hidup ini
benar-benar terdapat dalam kehidupan itu sendiri,
walaupun dalam kenyataannya tidak mudah ditemukan
karena sering tersirat dan tersembuyi di dalamnya. Bila
makna hidup ini berhasil ditemukan dan dipenuhi akan
menyebabkan kehidupan dirasakan bermakna dan
berharga yang pada gilirannya akan menimbulkan perasaan
bahagia bagi individu (Bastaman 2007).
Setelah menerima keadaan kita saat ini, seperti
apapun kondisinya kita harus belajar untuk mensyukurinya.
Biasanya kita tidak tahu mengapa sesuatu terjadi pada kita
dan kita tidak akan menyadarinya sampai kita mengambil
jarak yang cukup dan menyempatkan diri untuk menoleh
kebelakang. Bagaimanapun, mensyukuri apapun yang
terjadi merupakan penyerahan diri secara spiritual yang
dapat mengubah situasi yang penuh cobaan menjadi situasi
yang lebih baik (Breathnach, 2000).
Edith Weisskoph-Joelson (dalam Frankl 2017), Edith
semasa hidupnya merupakan seorang guru besar psikologi
di Universitas Georgia, dalam sebuah artikel yang ditulisnya
tentang logoterapi mengatakan : “Filosofi kesehatan mental
saat ini terlalu menekankan pada gagasan bahwa manusia
harus bahagia, bahwa jika tidak bahagia merupakan gejala
penyimpangan. Sistem nilai yang seperti itu menyebabkan
semakin meningkatnya beban yang dirasakan orang yang
tidak bahagia, karena ketidakbahagiaannya yang tidak
terelakkan”. Joelson (dalam Frankl 2017), ia berharap agar
logoterapi bisa membantu mengimbangi kecenderungan
tidak sehat, yang tidak memberi banyak kesempatan
kepada orang-orang menderita yang tak terelakkan agar
merasa bangga terhadap penderitaannya, untuk
menjadikan penderitaannya itu sesuatu yang membuatnya
merasa disanjung dan bukan direndahkan (Frankl, 2017).
Berdasarkan uraian pengertian di atas, diantara
teori-teori makna hidup yang saat ini berkembang, pada
dasarnya menurut Frankl dan Bastaman dapat dipahami
bahwa makna hidup merupakan proses penemuan,
pencarian makna pada diri dan merupakan alasan
mendasar yang muncul dari dalam diri individu (intrinsik)
untuk meraih tujuan, melanjutkan kehidupan dan menjadi
individu lebih baik agar dapat merasakan hidup bermakna
dan berharga yang pada akhirnya akan menimbulkan
perasaan bahagia. Makna hidup apabila berhasil ditemukan
dan dipenuhi akan menyebabkan kehidupan ini dirasakan
demikian berarti dan berharga.
Makna hidup yang peneliti fokuskan adalah pada
pemaknaan individu, dari apa yang dikerjakan. Karena
dengan pencarian makna dan menghayati atas apa yang
dikerjakan dalam pekerjaan, maka individu akan dapat
lebih menghargai apa yang dikerjakanya, karena setiap
individu dalam melakukan suatu pekerjaan yang sama
belum tentu memiliki tujuan hidup yang sama dan belum
tentu sama dalam memaknai apa yang dikerjakan, karena
ada hal yang dianggap penting dan dicari oleh seseorang
dalam melakukan pekerjaannya untuk memberi makna
pada setiap lembar-lembar kehidupan.
Individu yang telah memiliki makna hidup yang baik,
maka ia dapat mengambil makna atas apa yang dikerjakan.
Karena pada dasarnya, perhatian utama manusia bukan
untuk mencari kesenangan atau menghindari kesedihan,
tetapi bagaimana individu itu mampu menemukan makna
dalam hidupnya (Frankl, 2017). Setelah upaya seseorang
untuk mencari makna hidup berhasil, orang tersebut tidak
hanya merasa bahagia, tetapi juga mampu mengatasi
penderitaan (Frankl, 2017).