Aspek-aspek makna hidup menurut Bastaman
(2007), ada 5 (lima) aspek makna hidup yaitu:
a. Pemahaman diri (self insight). Meningkatnya
kesadaran atas buruknya kondisi diri pada saat ini
dan keinginan kuat untuk melakukan perubahanperubahan ke arah kondisi yang lebih baik. Individu
memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang
tepat terhadap segala peristiwa, baik yang tragis
maupun yang sempurna.
b. Makna hidup (the meaning of life). Nilai-nilai penting
dan sangat berarti bagi kehidupan pribadi, berfungsi
sebagai tujuan yang harus dipenuhi dan pengarah
pada kegiatan-kegiatannya.
c. Pengubahan sikap (changing attitude). Pengubahan
sikap dari semula bersikap negatif dan tidak tepat
menjadi mampu bersikap positif dan lebih tepat
dalam menghadapi masalah, kondisi hidup dan
musibah yang tak terelakkan. Seringkali bukan
peristiwa yang membuat individu merasa sedih dan
terluka, namun karena sikap negatif menghadapi
peristiwa tersebut.
d. Keikatan diri (self commitment). Komitmen individu
terhadap makna hidup yang ditemukan dan tujuan
hidup yang ditetapkan. Komitment yang kuat akan
membawa individu pada pencapaian makna hidup
yang lebih mendalam.
e. Kegiatan terarah (directed activities). Merupakan
upaya-upaya yang dilakukan secara sengaja dan
sadar berupa pengembangan potensi-potensi (bakat,
kemampuan dan keterampilan) maupun kegiatan
positif lainnya haruslah terarah.
Sedangkan menurut Crumbaugh dan Maholich
(dalam Koeswara 1992), aspek-aspek makna hidup adalah
sebagai berikut :
a. Maksud hidup dan tujuan hidup. Hal yang ingin
dicapai atau dituju oleh individu dalam pemenuhan
hidup.
b. Kepuasan hidup. Kepuasan hidup yang dialami atau
yang diperoleh individu dari hasil perbuatannya
maupun hasil usahanya dalam mengisi dan
menjalani hidup.
c. Kebebasan. Kebebasan yang dimiliki individu untuk
menentukan sendiri apa yang harus diperbuatnya
dalam menjalani kehidupan tanpa harus
dikendalikan oleh orang lain.
d. Sikap terhadap kematian. Bagaimana sikap yang
ditunjukan individu terhadap kematian, baik itu
kematian orang lain ataupun kematian individu itu
sendiri.
Berdasarkan pemaparan beberapa aspek makna
hidup diatas dapat dipahami bahwa makna hidup
merupakan proses penemuan hakekat yang sangat berarti
dan merupakan alasan mendasar yang muncul dari dalam
diri individu (intrinsik) untuk meraih kebahagiaan. Terdapat
beberapa aspek yang mempengaruhi hidup seseorang
menjadi bermakna yaitu adanya pemahaman diri (self
insight), makna hidup (the meaning of life), pengubahan
sikap (canging attitude), keikatan diri (self commitment),
kegiatan terarah (directed activities). Serta adanya maksud
dan tujuan hidup, kepuasan hidup, kebebasan dan sikap
terhadap kematian. Hidup seseorang itu bermakna ataukah
tidak memiliki makna maka dapat dilihat dari beberapa
aspek tersebut.
