Tahapan Pencapaian Makna Hidup (skripsi dan tesis)

Proses keberhasilan seseorang dalam mencapai makna hidup adalah urutan
pengalaman dan tahap-tahap kegiatan seseorang dalam mengubah penghayatan
hidup tak bermakna menjadi bermakna. Bastaman (1996) menguraikan tahapan
tersebut, yaitu:
a. Tahap derita (peristiwa tragis, penghayatan tanpa makna)
Individu merasakan emosi negatif dan menghayati hidup tidak bermakna
karena mengalami peristiwa tragis atau kondisi hidup yang tidak
menyenangkan.
b. Tahap penerimaan diri (pemahaman diri, pengubahan sikap)
Muncul kesadaran dalam diri untuk mengubah kondisi diri menjadi lebih
baik lagi. Munculnya kesadaran diri ini disebabkan banyak hal, misalnya
perenungan diri, konsultasi dengan para ahli, mendapat pandangan dari
seseorang, hasil doa dan ibadah, belajar dari pengalaman orang lain atau
peristiwa-peristiwa tertentu yang secara dramatis mengubah hidupnya
selama ini.
c. Tahap penemuan makna hidup (penemuan makna dan penentuan tujuan
hidup)
Menyadari adanya nilai-nilai berharga atau hal-hal yang sangat penting
dalam hidup, yang kemudian ditetapkan sebagai tujuan hidup. Hal-hal
yang dianggap penting dan berharga itu mungkin saja berupa nilai-nilai
kreatif, seperti berkarya, nilai-nilai penghayatan seperti penghayatan
keindahan, keimanan, keyakinan dan nilai-nilai bersikap „yakni
menentukan sikap yang tepat dalam menghadapi kondisi yang tidak
menyenangkan tersebut.
d. Tahap realisasi makna (keikatan diri, kegiatan terarah dan pemenuhan
makna hidup)
Semangat hidup dan gairah kerja meningkat, kemudian secara sadar
membuat komitmen diri untuk melakukan berbagai kegiatan nyata yang
lebih terarah. Kegiatan ini biasanya berupa pengembangan bakat,
kemampuan dan keterampilan.
e. Tahap kehidupan bermakna (penghayatan bermakna, kebahagiaan)
Pada tahap ini timbul perubahan kondisi hidup yang lebih baik dan
mengembangkan penghayatan hidup bermakna sehingga individu
merasakan kebahagiaan dalam hidupnya