Motivasi utama dari manusia adalah untuk menjalani hidup untuk
suatu tujuan tertentu, itulah makna hidup. Pencarian makna yang di
lakukan merupakan fenomena kompleks yang membutuhkan penggalian,
dan untuk memahaminya maka harus menjalaninya. Ada dua aspek
penting yang tidak dapat di kesampingkan. Pertama, makna tidak sama
dengan aktualisasi diri. kedua, hidup setiap orang memiliki makna yang
unik, setiap orang memiliki peran unik yang harus ia penuhi, suatu peran
yang tidak dapat di gantikan manusia lain.
Keanekaragaman pengaruh perkembangan yang bersifat negatif
menimbulkan resiko bertambah besarnya kemungkinan munculnya
kesulitan dalam penyesuaian diri pada tunadaksa. hal ini berkaitan erat
dengan perlakuan masyarakat terhadap seorang tunadaksa. Sebenarnya
kondisi sosial yang positif menunjukkan kecenderungan untuk
menetralisasi akibat keadaan tunadaksa tersebut. Nampak atau tidak
nampaknya keadaan tuna daksa ini merupakan faktor yang penting dalam
penyesuaian diri seorang tunadaksa dengan lingkungannya. karena hal itu
sangat berpengaruh terhadap sikap dan perlakuan orang-orang normal
terhadap orang-orang tunadaksa.
Ejekan dan gangguan orang-orang normal terhadap seorang
tunadaksa akan menimbulkan kepekaan efektif pada seorang tunadaksa
yang tidak jarang mengakibatkan timbulnya perasaan negatif pada diri mereka terhadap lingkungan sosialnya, hal ini menyebabkan hambatan
pergaulan social orang tunadaksa.
Sikap orang tua, keluarga, teman sebaya, dan masyarakat pada
umumnya sangat berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri seorang
tunadaksa. dengan demikian akan mempengaruhi respon sebagian
terhadap lingkungannya.sebagaimana di maklumi bahwa konsep diri
seseorang di pengaruhi oleh lingkungannya. seseorang akan menghargai
dirinya sendiri apabila lingkungan pun menghargainya, misalnya seorang
anak yang di anggap oleh masyarakat tidak berdaya akan merasa bahwa
dirinya tidak berguna. Dukungan keluarga, dan dukungan masyarakat terhadap seorang
tunadaksa memiliki pengaruh yang besar karena sikap keluarga dan
masyarakat tersebut mempengaruhi perkembangan kepribadian orang
tersebut. Orang tua atau masyarakat.
B. PENELITIAN TERDAHULU YANG RELEVAN
Hasil- hasil penelitian yang pernah diperoleh dan dilakukan oleh
peneliti terdahulu digunakan sebagai bahan kajian dan masukan bagi peneliti,
sehingga peneliti bisa menjadikan penelitian yang terdahulu sebagai tolak
ukur atas hasil yang telah dicapai.
Hasil penelitian terdahulu pernah di lakukan oleh saudara Firdaus
Asykar Shodiq, mahasiswa program studi strata 1 jurusan psikologi fakultas psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya 2006, dengan judul “Studi
Tentang Penghayatan Hidup Secara Bermakna Pada Waria Dewasa madya”.
Hasil penelitian yang di peroleh adalah bahwa subyek mampu memahami
semua perkembangan yang berhubungan dengan pencapaian kehidupan saat
ini, menghargai pengalaman-pengalaman masa lalu dan mampu mengambil
pelajaran yang berguna bagi pngambilan keputusan di masa sekarang.
penghayatan hidup secara bermakna adalah suatu keadaan yang
menggambarkan tentang pemahaman, perasaan, dan perilaku individu
mengenai kondisi hidup yang sedang di alami saat ini. penghayatan hidup
dalam hal ini lebih di maksudkan sebagai bentuk penghayatan tentang
bagaimana individu yang bersangkutan menjalani dan memaknai hidupnya
seorang waria.
Hasil penelitian terdahulu juga pernah di lakukan oleh Robiatul
Adawiyah, mahasiswi program studi strata 1 jurusan psikologi fakultas
psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya 2003, dengan judul “Studi Rasa
Kesepian Dan Kebermaknaa n Hidup Lansia Di Rumah Usiawan Panti surya
Surabaya”. hasil penelitian yang di peroleh adalah bahwa dari berbagai rasa
kesepian yang di hadapi para lanjut usia tersebut lebih banyak yang bersifat
emosional karena timbul akibat ketiadaan unsur kasih sayang dari
keluarganya dimana mereka sering merasakan kerinduan yang dalam pada
orang yang di cintainya.
Selain itu juga penelitian terdahulu pernah di lakukan oleh Windy
Wangsa Angin, mahasiswi program studi strata 1 jurusan psikologi fakultas
psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya 2006, dengan judul “Hubungan
Antara Kebermaknaan Hidup Dengan Kecenderungan Depresi”. Hasil
penelitian yang di peroleh adalah bahwa ada hubungan negatif yang sangat
signifikan antara kebermaknaan hidup dengan kecenderungan depresi pada
mahasiswa. Jadi, semakin tinggi kebermaknaan hidup maka semakin rendah
kecenderungan depresinya, demikian juga sebaliknya.
