Perkembangan Konsep Kualitas Pelayanan (6)

Sintesis konseptual

Secara keseluruhan, perkembangan konsep kualitas pelayanan dapat diringkas sebagai berikut.

Tahap perkembanganFokus utamaTokoh/konsep penting
Orientasi mutu internalKesesuaian terhadap spesifikasi, standar, dan prosedurCrosby (1979); Juran (1988)
Kualitas jasaPerbedaan antara hasil layanan dan proses penyampaianGrönroos (1984)
Orientasi pelangganKemampuan layanan memenuhi harapan pelangganLewis dan Booms (1983)
Model kesenjanganPerbandingan harapan dan persepsi pelangganParasuraman et al. (1985)
SERVQUALTangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathyParasuraman et al. (1988)
Model berbasis kinerjaKualitas dinilai dari kinerja aktual pelayananCronin dan Taylor (1992)
Model multidimensiInteraksi, lingkungan fisik, dan hasil pelayananRust dan Oliver (1994); Brady dan Cronin (2001)
Kualitas layanan digitalEfisiensi, pemenuhan, ketersediaan sistem, privasiParasuraman et al. (2005)
Co-creation dan customer journeyPengalaman menyeluruh, partisipasi pelanggan, dan nilai bersamaLusch dan Vargo (2006); Zeithaml et al. (2018)

Dengan demikian, kualitas pelayanan dapat didefinisikan secara komprehensif sebagai penilaian pelanggan terhadap kemampuan organisasi dalam menyediakan layanan yang andal, responsif, aman, empatik, mudah diakses, serta memberikan hasil yang bernilai melalui proses interaksi dan pengalaman pelayanan yang konsisten. Definisi ini relevan digunakan dalam penelitian pada sektor bisnis, pendidikan, kesehatan, perbankan, pemerintahan, maupun layanan digital, dengan penyesuaian indikator terhadap karakteristik objek penelitian