Kebijakan Dividen


Menurut Darmawan (2018) ketika akan menentukan kebijakan
dividen, perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang
mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Dengan
dilakukannya analisa faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen
tersebut, maka kebijakan dividen yang dibuat perusahaan akan menjadi
optimal sehingga akan meningkatnya nilai perusahaan, selanjutnya tentu
akan meningkatkan kemakmuran para pemilik perusahaan yang
dicerminkan oleh harga pasar saham perusahaan.
Kebijakan dividen adalah keputusan terakhir manajer keuangan
untuk menentukan proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang
saham dalam bentuk dividen tunai, proporsi laba yang mungkin akan diputar
untuk modal perusahaan (laba ditahan), dividen dalam bentuk dividen
saham (saham biasa & saham preferen), pemecahan saham (stock split), dan
pembelian saham beredar kembali. Jika perusahaan memilih untuk
membagikan laba sebagai dividen, maka hal itu akan mengurangi laba yang
ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana intern atau internal
financing. Begitu pula sebaliknya, jika laba yang diperoleh perusahaan
digunakan sebagai laba ditahan, maka kemampuan pembentukan dana
intern perusahaan akan semakin besar karena besar kecilnya dividen yang
dibagikan akan mempengaruhi besar kecilnya laba yang ditahan.
Pengumuman dividen merupakan salah satu informasi yang akan direspon
oleh pasar. Pengumuman dividen dan pengumuman laba periode
sebelumnya adalah dua jenis pengumuman yang selalu digunakan para
manajer untuk menginformasikan prestasi dan prospek perusahaan. Apabila
perusahaan menghasilkan laba minus atau rugi maka dividen tidak
dibagikan dan akan digunakan sebagi laba ditahan oleh perusahaan