Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon investor
seandainya suatu perusahaan akan dijual. Indikator dari nilai perusahaan adalah
harga saham, kalau harga saham meningkat maka dapat dikatakan bahwa
keputusan-keputusan manajemen perusahaan itu benar, karena rahasia
manajemen keuangan adalah meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan
merupakan refleksi dari nilai pasar, karena nilai perusahaan dapat memberikan
kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham
perusahaan meningkat. Nilai perusahaan akan diukur menggunakan rasio
Tobin’s q. Tobin’s q adalah salah satu rasio yang dinilai bisa memberikan
informasi paling baik, karena rasio ini bisa menjelaskan berbagai fenomena
dalam kegiatan perusahaan. Menurut Smithers dan Wright (2008:137) Tobin’s
q didefinisikan sebagai rasio nilai ekuitas ditambah nilai pasar hutang
perusahaan dibagi nilai pengganti aktiva perusahaan. Jika nilai q lebih besar
dari satu maka dapat disimpulkan bahwa pasar mengakui nilai aktiva
perusahaan saat itu lebih tinggi dari pada nilai penggantinya. Rasio Tobin’s q
merupakan ukuran yang menggambarkan prediksi pasar terhadap return yang
dihasilkan dari setiap mata uang yang diinvestasikan dalam aktiva perusahaan.
Tobin’s q merefleksikan ekspektasi investor tentang tingkat kembalian
ekonomi (economic return) perusahan dimasa depan (Harjanti dan Umara,
2005 dalam Kiki, 2009:72). Nilai perusahaan akan terjamin tumbuh
berkelajutan apabila perusahaan memperhatikan dimensi sosial, ekonomi dan
lingkungan karena keberlanjutan hidup merupakan keseimbangan antara
kepentingan-kepentingan ekonomi, social dan masyarakat
