Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Nilai Perusahaan
Investor dapat menilai prospek perusahaan melalui rasio
solvabilitas. Rasio solvabilitas atau leverage merupakan rasio yang
digunakan untuk mengetahui sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai
dengan hutang. Rasio leverage yang digunakan adalah Debt to Equity
Ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER) yang merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur keberhasilan kinerja manajer dalam
menentukan keputusan struktur modal dan dalam mengelola perusahaan.
Debt to equity ratio menurut Horne (2014:169) merupakan rasio
yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar perusahaan memakai
pendanaan yang diperoleh melalui hutang jika dibandingkan dengan
pendanaan yang diperoleh melalui modal sendiri. Semakin tinggi rasio
maka semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh
pemegang saham dan semakin rendah rasio akan semakin baik
kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang.
Perusahaan akan memilih struktur modal yang optimal dengan biaya
modal rendah untuk menghasilkan nilai perusahaan yang tinggi
Rasio DER yang terlalu tinggi akan merugikan bagi perusahaan.
Hal ini dikarenakan perusahaan akan menanggung biaya modal yang besar
sehingga laba yang diperoleh akan habis untuk membayar biaya modal
tersebut. Jika perusahaan menghadapi resiko yang besar maka investor pun
akan menghadapi resiko tersebut, sehingga investor akan memilih
perusahaan yang resikonya kecil. Nilai DER yang tinggi akan menurunkan
harga saham yang pada akhirnya akan menghasilkan nilai perusahaan yang
kecil.
Penulis memilih Debt to Equity Ratio sebagai variabel yang
mempengaruhi nilai perusahaan karena dalam sebuah perusahaan dana
yang digunakan perusahaan harus dikelola dengan baik, proporsi antara
modal sendiri dengan modal pinjaman harus diperhatikan sehingga dapat
diketahui beban perusahaan terhadap pemilik modal. DER dapat
membantu perusahaan dalam mengetahui berapa besar komposisi antara
21
modal sendiri dan modal pinjaman. Penggunaan utang dapat
mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atas
modal yang digunakan, sehingga perusahaan harus bisa menggunakan
kewajiban tersebut dalam menjalankan operasional dengan baik yang
memungkinkan dalam mempengaruhi nilai perusahaan
