Harus ada otoritas bagi seorang pemimpin agar dapat mencapai
tujuan secara efektif. Otoritas yang dimaksud mengacu pada
ketika seorang pemimpin memiliki kekuasaan atas bawahannya.
Kewenangan dalam posisi kepemimpinan dapat
dikonseptualisasikan dalam dua cara berikut ini.
- Top Down Authory(kekuasaan puncak bawah). Sebagai
contoh, direktur utama perusahaan dapat menugaskan
seseorang yang mampu memimpin departemen penjualan ke
posisi tersebut dan kemudian memberikan wewenang yang
diperlukan kepada individu tersebut untuk melaksanakan
tugasnya. Hal itulah yang mendasari pentingnya untuk
memiliki pemimpin yang memiliki otoritas dalam
memerintah. - Bottom Up Authority (kekuasaan bawah puncak) yaitu teori
penerimaan di mana dasar dalam konsep ini meyakini para
bawahanlah yang memilih dan menerima pemimpin di dalam
organisasi. Bawahan akan menghormati otoritas seorang
pemimpin jika memiliki rasa hormat pribadi terhadap orang
tersebut atau jika orang tersebut merupakan perwakilan dari
prinsip yang dianggap penting. Menurut pandangan ini,
bawahan memahami bahwa kepemimpinan dapat
memberikan instruksi dan dorongan
