Wewenang Kepemimpinan


Harus ada otoritas bagi seorang pemimpin agar dapat mencapai
tujuan secara efektif. Otoritas yang dimaksud mengacu pada
ketika seorang pemimpin memiliki kekuasaan atas bawahannya.
Kewenangan dalam posisi kepemimpinan dapat
dikonseptualisasikan dalam dua cara berikut ini.

  1. Top Down Authory(kekuasaan puncak bawah). Sebagai
    contoh, direktur utama perusahaan dapat menugaskan
    seseorang yang mampu memimpin departemen penjualan ke
    posisi tersebut dan kemudian memberikan wewenang yang
    diperlukan kepada individu tersebut untuk melaksanakan
    tugasnya. Hal itulah yang mendasari pentingnya untuk
    memiliki pemimpin yang memiliki otoritas dalam
    memerintah.
  2. Bottom Up Authority (kekuasaan bawah puncak) yaitu teori
    penerimaan di mana dasar dalam konsep ini meyakini para
    bawahanlah yang memilih dan menerima pemimpin di dalam
    organisasi. Bawahan akan menghormati otoritas seorang
    pemimpin jika memiliki rasa hormat pribadi terhadap orang
    tersebut atau jika orang tersebut merupakan perwakilan dari
    prinsip yang dianggap penting. Menurut pandangan ini,
    bawahan memahami bahwa kepemimpinan dapat
    memberikan instruksi dan dorongan