Cara Membentuk komitmen


Tidak semua karyawan memiliki komitmen begitu saja saat bekerja disebuah
perusahaan, bahkan mayoritas karyawan bekerja karena dorongan kebutuhan saja,
maka tugas perusahaan adalah membentuk komitmen diantara para anggota atau
karyawan. Menurut Dessler (1999) mengemukakan sejumlah cara yang bisa
dilakukan untuk membangun komitmen karyawan pada organisasi, yaitu:

  1. Menjadikan Organisasi yang Karismatik
    Jadikan visi dan misi organisasi sebagai sesuatu yang karismatik, sesuatu
    yang dijadikan pijakan, dasar bagi setiap karyawan dalam berperilaku,
    bersikap, dan bertindak.
    Membangun Tradisi
    Segala sesuatu yang baik di organisasi jadikanlah sebagai suatu tradisi yang
    secara terus-menerus dipelihara, dijaga oleh generasi berikutnya.
  2. Memiliki Prosedur Pengaduan yang Komprehensif
    Bila ada keluhan atau komplain dari pihak luar ataupun dari internal
    organisasi maka organisasi harus memiliki prosedur untuk mengatasi keluhan
    tersebut secara menyeluruh.
  3. Membangun Komunikasi Dua Arah
    Jalinlah komunikasi dua arah di organisasi tanpa memandang rendah
    bawahan.
  4. Membangun Rasa Kebersamaan
    Jadikan semua unsur dalam organisasi sebagai suatu komunitas di mana di
    dalamnya ada nilai-nilai kebersamaan, rasa memiliki, kerja sama, berbagi,
    dan lain-lain.
  5. Membangun Nilai Berbasis Keseragaman
    Membangun nilai-nilai yang didasarkan adanya kesamaan. Setiap anggota
    organisasi memiliki kesempatan yang sama, misalnya untuk promosi, maka
    dasar yang digunakan untuk promosi adalah kemampuan, keterampilan,
    minat, motivasi, kinerja, dan tanpa ada diskriminasi.
  6. Penyetaraan Level
    Sebaiknya organisasi membuat kebijakan di mana antara karyawan level
    bawah sampai yang paling atas tidak terlalu berbeda atau mencolok dalam
    gaya hidup, penampilan fisik dan lain-lain.
    Memberikan Kesempatan Berkontribusi
    Organisasi sebagai suatu komunitas harus bekerja sama, saling berbagi, saling
    memberi manfaat, dan memberikan kesempatan yang sama pada anggota
    organisasi. Semuanya harus memberikan kontribusi yang maksimal demi
    keberhasilan organisasi tersebut.
  7. Pergi Bersama
    Adakan acara-acara yang melibatkan semua anggota organisasi sehingga
    kebersamaan bisa terjalin. Misalnya, sekali-kali produksi dihentikan dan
    semua karyawan terlibat dalam acara rekreasi bersama keluarga, pertandingan
    olah raga, seni, dan lain-lain, yang dilakukan oleh semua anggota organisasi
    dan keluarganya.
  8. Mendukung Pengembangan Karyawan
    Hasil studi menunjukkan bahwa karyawan akan lebih memiliki komitmen
    terhadap organisasi bila organisasi memperhatikan perkembangan karier
    karyawan dalam jangka panjang.
  9. Kesempatan Untuk Aktualisasi Diri
    Setiap karyawan diberi kesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan diri
    secara maksimal di organisasi sesuai dengan kapasitas masing-masing.
  10. Memberikan Tantangan Pekerjaan
    Karyawan masuk ke organisasi dengan membawa mimpi dan harapannya,
    kebutuhannya. Berikan bantuan yang kongkrit bagi karyawan untuk
    mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mewujudkan impiannya. Jika
    pada tahap-tahap awal karyawan memiliki persepsi yang positif terhadap
    organisasai maka karyawan akan cenderung memiliki kinerja yang tinggi
    pada tahap-tahap berikutnya.
  11. Memperkaya Dan Memberdayakan
    Ciptakan kondisi agar karyawan bekerja tidak secara monoton karena
    rutinitas akan menimbulkan perasaan bosan bagi karyawan. Hal ini tidak baik
    karena akan menurunkan kinerja karyawan. Misalnya dengan memberikan
    tantangan dengan memberikan tugas, kewajiban dan otoritas tambahan dan
    lain-lain.
  12. Mempromosikan Dari Dalam
    Bila ada lowongan jabatan, sebaiknya kesempatan pertama diberikan kepada
    pihak intern perusahaan sebelum merekrut karyawan dari luar perusahaan.
  13. Menyediakan Kegiatan Pengembangan
    Bila organisasi membuat kebijakan untuk merekrut karyawan dari dalam
    sebagai prioritas maka dengan sendirinya hal itu akan memotivasi karyawan
    untuk terus tumbuh dan berkembang personalnya, juga jabatannya.
  14. Menjamin Keamanan Karyawan
    Bila karyawan merasa aman, baik fisik maupun psikis, maka komitmen akan
    muncul dengan sendirinya. Misalnya, karyawan merasa aman karena
    perusahaan membuat kebijakan memberikan kesempatan karyawan bekerja
    selama usia produktif. Karyawan akan merasa aman dan tidak takut akan ada
    pemutusan hubungan kerja. Karyawan merasa aman karena keselamatan kerja
    diperhatikan perusahaan.
  15. Membangun Komitmen Pada Karyawan Baru
    Membangun komitmen karyawan pada organisasi merupakan proses yang
    panjang dan tidak bisa dibentuk secara instan. Oleh karena itu perusahaan
    harus benar-benar memberikan perlakuan yang benar pada masa awal
    karyawan memasuki organisasi, dengan demikian karyawan akan mempunyai
    persepsi yang positif terhadap organisasi.
  16. Mencatat Data-Data Tentang Perushaan
    Data-data tentang kebijakan, visi, misi, semboyan, filosofi, sejarah, strategi,
    dan lain-lain. Organisasi sebaiknya dibuat dalam bentuk tulisan, bukan
    sekedar bahasa lisan.
  17. Memberikan Teladan Dalam Bentuk Perilaku
    Bila pimpinan ingin menanamkan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, aturan-
    aturan, disiplin, dan lain-lain pada bawahan, sebaiknya pimpinan sendiri
    memberikan teladan dalam bentuk sikap dan perilaku sehari-hari.
  18. Memberikan Teladan Dalam Bentuk Tindakan
    Tindakan jauh lebih efektif dari sekedar kata-kata. Bila pimpinan ingin
    karyawannya berbuat sesuatu maka sebaiknya pimpinan tersebut mulai
    berbuat sesuatu, tidak sekedar kata-kata atau berbicara.
    Tidak ada satu pimpinan organisasi manapun yang tidak menginginkan seluruh
    jajaran anggotanya tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap
    organisasi/perusahaan mereka. Bahkan sampai sejauh ini banyak pimpinan
    organisasi sedang berusaha menggiatkan peningkatan komitmen anggotanya
    terhadap organisasi, maka dengan menciptakan rasa kepemilikan terhadap
    perusahaan, meyakinkan karyawan dalam manajemen serta menciptakan
    semangat dalam bekerja, perusahaan dapat membentuk komitmen karyawan.