Tidak semua karyawan memiliki komitmen begitu saja saat bekerja disebuah
perusahaan, bahkan mayoritas karyawan bekerja karena dorongan kebutuhan saja,
maka tugas perusahaan adalah membentuk komitmen diantara para anggota atau
karyawan. Menurut Dessler (1999) mengemukakan sejumlah cara yang bisa
dilakukan untuk membangun komitmen karyawan pada organisasi, yaitu:
- Menjadikan Organisasi yang Karismatik
Jadikan visi dan misi organisasi sebagai sesuatu yang karismatik, sesuatu
yang dijadikan pijakan, dasar bagi setiap karyawan dalam berperilaku,
bersikap, dan bertindak.
Membangun Tradisi
Segala sesuatu yang baik di organisasi jadikanlah sebagai suatu tradisi yang
secara terus-menerus dipelihara, dijaga oleh generasi berikutnya. - Memiliki Prosedur Pengaduan yang Komprehensif
Bila ada keluhan atau komplain dari pihak luar ataupun dari internal
organisasi maka organisasi harus memiliki prosedur untuk mengatasi keluhan
tersebut secara menyeluruh. - Membangun Komunikasi Dua Arah
Jalinlah komunikasi dua arah di organisasi tanpa memandang rendah
bawahan. - Membangun Rasa Kebersamaan
Jadikan semua unsur dalam organisasi sebagai suatu komunitas di mana di
dalamnya ada nilai-nilai kebersamaan, rasa memiliki, kerja sama, berbagi,
dan lain-lain. - Membangun Nilai Berbasis Keseragaman
Membangun nilai-nilai yang didasarkan adanya kesamaan. Setiap anggota
organisasi memiliki kesempatan yang sama, misalnya untuk promosi, maka
dasar yang digunakan untuk promosi adalah kemampuan, keterampilan,
minat, motivasi, kinerja, dan tanpa ada diskriminasi. - Penyetaraan Level
Sebaiknya organisasi membuat kebijakan di mana antara karyawan level
bawah sampai yang paling atas tidak terlalu berbeda atau mencolok dalam
gaya hidup, penampilan fisik dan lain-lain.
Memberikan Kesempatan Berkontribusi
Organisasi sebagai suatu komunitas harus bekerja sama, saling berbagi, saling
memberi manfaat, dan memberikan kesempatan yang sama pada anggota
organisasi. Semuanya harus memberikan kontribusi yang maksimal demi
keberhasilan organisasi tersebut. - Pergi Bersama
Adakan acara-acara yang melibatkan semua anggota organisasi sehingga
kebersamaan bisa terjalin. Misalnya, sekali-kali produksi dihentikan dan
semua karyawan terlibat dalam acara rekreasi bersama keluarga, pertandingan
olah raga, seni, dan lain-lain, yang dilakukan oleh semua anggota organisasi
dan keluarganya. - Mendukung Pengembangan Karyawan
Hasil studi menunjukkan bahwa karyawan akan lebih memiliki komitmen
terhadap organisasi bila organisasi memperhatikan perkembangan karier
karyawan dalam jangka panjang. - Kesempatan Untuk Aktualisasi Diri
Setiap karyawan diberi kesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan diri
secara maksimal di organisasi sesuai dengan kapasitas masing-masing. - Memberikan Tantangan Pekerjaan
Karyawan masuk ke organisasi dengan membawa mimpi dan harapannya,
kebutuhannya. Berikan bantuan yang kongkrit bagi karyawan untuk
mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mewujudkan impiannya. Jika
pada tahap-tahap awal karyawan memiliki persepsi yang positif terhadap
organisasai maka karyawan akan cenderung memiliki kinerja yang tinggi
pada tahap-tahap berikutnya. - Memperkaya Dan Memberdayakan
Ciptakan kondisi agar karyawan bekerja tidak secara monoton karena
rutinitas akan menimbulkan perasaan bosan bagi karyawan. Hal ini tidak baik
karena akan menurunkan kinerja karyawan. Misalnya dengan memberikan
tantangan dengan memberikan tugas, kewajiban dan otoritas tambahan dan
lain-lain. - Mempromosikan Dari Dalam
Bila ada lowongan jabatan, sebaiknya kesempatan pertama diberikan kepada
pihak intern perusahaan sebelum merekrut karyawan dari luar perusahaan. - Menyediakan Kegiatan Pengembangan
Bila organisasi membuat kebijakan untuk merekrut karyawan dari dalam
sebagai prioritas maka dengan sendirinya hal itu akan memotivasi karyawan
untuk terus tumbuh dan berkembang personalnya, juga jabatannya. - Menjamin Keamanan Karyawan
Bila karyawan merasa aman, baik fisik maupun psikis, maka komitmen akan
muncul dengan sendirinya. Misalnya, karyawan merasa aman karena
perusahaan membuat kebijakan memberikan kesempatan karyawan bekerja
selama usia produktif. Karyawan akan merasa aman dan tidak takut akan ada
pemutusan hubungan kerja. Karyawan merasa aman karena keselamatan kerja
diperhatikan perusahaan. - Membangun Komitmen Pada Karyawan Baru
Membangun komitmen karyawan pada organisasi merupakan proses yang
panjang dan tidak bisa dibentuk secara instan. Oleh karena itu perusahaan
harus benar-benar memberikan perlakuan yang benar pada masa awal
karyawan memasuki organisasi, dengan demikian karyawan akan mempunyai
persepsi yang positif terhadap organisasi. - Mencatat Data-Data Tentang Perushaan
Data-data tentang kebijakan, visi, misi, semboyan, filosofi, sejarah, strategi,
dan lain-lain. Organisasi sebaiknya dibuat dalam bentuk tulisan, bukan
sekedar bahasa lisan. - Memberikan Teladan Dalam Bentuk Perilaku
Bila pimpinan ingin menanamkan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, aturan-
aturan, disiplin, dan lain-lain pada bawahan, sebaiknya pimpinan sendiri
memberikan teladan dalam bentuk sikap dan perilaku sehari-hari. - Memberikan Teladan Dalam Bentuk Tindakan
Tindakan jauh lebih efektif dari sekedar kata-kata. Bila pimpinan ingin
karyawannya berbuat sesuatu maka sebaiknya pimpinan tersebut mulai
berbuat sesuatu, tidak sekedar kata-kata atau berbicara.
Tidak ada satu pimpinan organisasi manapun yang tidak menginginkan seluruh
jajaran anggotanya tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap
organisasi/perusahaan mereka. Bahkan sampai sejauh ini banyak pimpinan
organisasi sedang berusaha menggiatkan peningkatan komitmen anggotanya
terhadap organisasi, maka dengan menciptakan rasa kepemilikan terhadap
perusahaan, meyakinkan karyawan dalam manajemen serta menciptakan
semangat dalam bekerja, perusahaan dapat membentuk komitmen karyawan.
