Menurut Greenhalgh dan Rosenblatt dan Ashford et al (dalam
Lee, Bobko dan Chen, 2006) job insecure ini terdiri dari lima dimensi
yaitu:
- Arti penting aspek kerja (the important of work factor), berupa
ancaman yang diterima pada berbagai aspek kerja seperti promosi,
kenaikan upah atau mempertahankan upah yang diterima saat ini,
mengatur jadwal kerja. Karyawan yang terancam kehilangan aspek
pekerjaan tersebut akan memiliki job insecurity yang tinggi
dibandingkan yang tidak merasa terancam. - Arti penting keseluruhan kerja (the important of job event), seperti
kejadian promosi, kejadian untuk diberhentikan sementara waktu,
kejadian dipecat, individu yang mendapatkan ancaman terhadap
kejadian kerja penting lebih memungkinkan memicu job insecurity
dibandingkan ancaman pada kejadian kerja yang tidak penting. - Mengukur kemungkinan perubahan negatif pada aspek kerja (likehood
of negative change in work factor), semakin besar timbulnya ancaman
negatif pada aspek kerja akan memperbesar kemungkinan timbulnya
job insecurity pada karyawan dan sebaliknya. - Mengukur kemungkinan perubahan negatif pada keseluruhan aspek
kerja (likehood of negative change in job event), semakin besar
kemungkinan negatif menimpa kejadian kerja, maka semakin besar
potensi untuk kehilangan pekerjaan yang berakibat memperbesar
timbulnya job insecurity karyawan dan sebaliknya. - Ketidakberdayaan (powerlesnes), yang dirasakan individu membawa
outcome atau hasil pada cara individu menghadapi keempat
komponendiatas. Artinya, jika individu menerima ancaman pada aspek
kerja atau kejadian kerja, maka mereka akan menghadapinya sesuai
kemampuan yang dimilikinya. Semakin tinggi atau rendah
powerlesness akan berakibat pada semakin tingi atau rendahnya jon
insecurity yang dirasakan individu
