Penilaian kinerja merupakan suatu sistem formal yang digunakan
untuk meninjau dan mengevaluasi performa individu atau tim dalam
melaksanakan tugasnya (4). Menurut Silaen et al. (2021) manfaat dari
penilaian kinerja yaitu:
1) Perbaikan Kinerja
Penilaian kinerja berfungsi sebagai umpan balik bagi karyawan,
pimpinan, dan departemen sumber daya manusia untuk membantu
meningkatkan performa kerja.
2) Penyesuaian Kompensasi
Hasil evaluasi kinerja dapat menjadi acuan dalam menentukan
kenaikan gaji, pemberian bonus, serta berbagai bentuk kompensasi
lainnya bagi karyawan.
3) Keputusan Penempatan
Penilaian kinerja dapat dijadikan dasar dalam mengambil
keputusan terkait promosi, mutasi, atau penurunan jabatan sesuai
dengan hasil evaluasi kinerja karyawan.
4) Mengetahui Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan
Kinerja yang kurang optimal menunjukkan bahwa karyawan
memerlukan pelatihan dan pengembangan diri agar dapat
meningkatkan keterampilannya.
5) Program Pengembangan Karir
Umpan balik dari hasil penilaian kinerja dapat membantu dalam
menentukan arah dan pengembangan karir karyawan di perusahaan.
6) Mengetahui Penyimpangan Proses Staffing
Kinerja karyawan mencerminkan efektivitas proses perekrutan
dalam organisasi, baik dalam pemilihan kandidat yang sesuai maupun
identifikasi kelemahan dalam sistem perekrutan.
7) Mengetahui Ketidakakuratan Informasi
Penilaian kinerja yang buruk dapat menunjukkan adanya
ketidaktepatan dalam informasi terkait perencanaan sumber daya
manusia, analisis pekerjaan, atau sistem manajemen SDM lainnya.
8) Perbaikan Rancangan Pekerjaan
Jika banyak karyawan menunjukkan kinerja yang kurang baik,
hal ini bisa menjadi indikasi bahwa rancangan pekerjaan di
perusahaan perlu diperbaiki.
9) Kesempatan Kerja yang Sama
Penilaian kinerja yang dilakukan secara objektif memungkinkan
keputusan penempatan internal dilakukan secara adil tanpa adanya
diskriminasi.
10) Mengetahui Tantangan Eksternal
Faktor di luar lingkungan kerja, seperti kondisi kesehatan dan
keuangan karyawan, dapat memengaruhi hasil penilaian kinerja
