Miner (1988) dalam (Sukoco et al., 2020) menyatakan bahwa hubungan
positif antara atasan dan pegawai akan menghasilkan hal-hal seperti
peningkatan kepuasan kerja, yang akan meningkatkan komitmen organisasi
dan produktifitas serta kinerja pegawai. Riggio (1990) dalam (Sukoco et al.,
2020) menunjukkan bahwa seorang atasan mempunyai sikap yang baik
terhadap bawahannya ketika terjalin komunikasi yang baik antara keduanya,
sehingga menimbulkan kesan bahwa bawahannya mendapat banyak
dorongan dan dukungan dari atasannya. Karena meningkatnya rasa hormat
dan kepercayaan yang tumbuh dalam diri mereka, pegawai lebih cenderung
untuk “melakukan lebih dari” apa yang diminta oleh atasan mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh (Noor & Jufrizen, 2023) dengan judul
“Leader-Member Exchange Terhadap Kepuasan Kerja: Mediasi Komitmen
Organisasi dan Perceived Organizational Support” mengatakan bahwa leader
member exchange berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan
kerja. Hal ini disebabkan karena ketika pegawai merasa hubungannya dengan
pemimpinnya baik, maka pegawai akan senang bekerja karena merasa puas
terhadap pemimpinnya. Dengan begitu, pegawai juga akan merasa puas
terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Penelitian lain dengan judul “Leader
Member Exchange, Pemberdayaan Pegawai dan Kompensasi Finansial
Berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja PT Central Hero Manunggal.” (Nesia
& Dewi, 2020) mengatakan leader member exchange berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan kerja
Berdasarkan teori pertukaran sosial, interaksi antara individu yang saling
bergantung menunjukkan adanya kewajiban untuk saling memberikan timbal
balik (Cropanzano & Mitchell, 2005) dalam (Indrawaty, 2022). Oleh karena
itu, seseorang yang mendapatkan perlakuan baik dari atasan, seperti memiliki
hubungan yang berkualitas dalam leader member exchange atau
mendapatkan dukungan dari rekan kerja, cenderung memberikan respons
positif dengan meningkatkan kepuasan kerja mereka
