Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mendukung dan memperkuat komitmen anggota terhadap organisasi dalam
mancapai tujuan organisasi, diantaranya adalah penelitian Mowday (dalam
Greenberg & Baron dalam Luthans, 2006) mengelompokkan empat faktor yang
mempengaruhi komitmen organisasi,yaitu:
a. Karakteristik personal, antara lain usia, lama kerja, tingkat pendidikan,
jenis kelamin, ras, dan beberapa faktor kepribadian lainnya. Secara
umum, usia dan lama bekerja mempunyai hubungan positif dengan
komitmen organisasi. Sementara tingkat pendidikan mempunyai
hubungan negatif dengan komitmen organisasi, meskipun hubungan ini
tidak terlalu konstan. Wanita cenderung memiliki komitmen organisasi
yang lebih tinggi dari pada pria. Beberapa karakteristik kepribadian lain
seperti motivasi berprestasi dan perasaan kompeten ditemukan
berhubungan dengan komitmen organisasi.
b. Karakteristik pekerjaan dan peran, antara lain kesempatan kerja, konflik
peran dan ambiguitas peran. Semakin besar kesempatan yang diperoleh
dalam bekerja semakin banyak pengalaman yang diperolah yang pada© UNIVERSITAS
akhirnya memperbesar komitmen individu terhadap organisasi.
Sedangkan konflik peran mempunyai hubungan yang negative dengan
komitmen terhadap organisasi, demikian halnya dengan ambiguitas
peran.
c. Pengalaman, antara lain ketergantungan pada organisasi, kepentingan
personal pada perusahaan, sikap positif terhadap perusahaan, dan
keterikatan sosial individu dalam perusahaan. Semakin besar semua
faktor tersebut semakin tinggi pula komitmen individu terhadap
organisasi.
d. Iklim organisasi, merupakan keadaan tentang organisasi yang meliputi
lingkungan internal maupun eksternal organisai yaitu sistem
organisasi, struktural organisasi, pimpinan organisai, dan rekan
sesama anggota organisasi yang dapat memberi dorongan, respek,
menghargai kontribusi anggota, dan memberi apresiasi bagi individu
dalam pekerjaannya. Persepsi anggota terhadap iklim organisasi
mempunyai hubungan yang positif terhadap komitmen organisasi.
Latip (2007) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
komitmen organisasi yaitu :
a. Faktor Demografik
Demografik meliputi usia, jenis kelamin, status perkawinan, jangka
waktu perkhidmatan terhadap organisasi dan konsekuensi yang diterima
individu dari mengikuti organisasi.
b. Faktor Psikologi
Faktor psikologi yang mempengaruhi komitmen organisasi meliputi
minat organisasi, persepsi terhadap organisasi, motivasi dan tujuan
mengikuti organisasi, hubungan psikososial antara sesama anggota
organisasi.
c. Faktor Organisasi
Faktor organisasi meliputi suasana internal dan eksternal organisasi yang
didalamnya mencakup struktur, dasar, nilai, prosedur, tim kerja dan
tujuan organisasi.
Komitmen organisasi tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses yang
cukup panjang dan bertahap Steers (dalam Faiz, 2006) menyatakan tiga faktor
yang mempengaruhi komitmen anggota, yaitu :
a. Ciri pribadi anggota, termasuk masa jabatannya dalam organisasi,
dan variasi kebutuhan dan keinginan yang berbeda tiap anggota.
b. Ciri tanggungjawab, seperti identitas tugas dan kesempatan
berinteraksi dengan rekan seorganisasi.
c. Pengalaman, seperti keterandalan organisasi di masa lampau dan cara
anggota-anggota lain mengutarakan dan membicarakan perasaannya
tentang organisasi.
Menurut Amstrong (dalam Anastasi, 1999) ada tiga hal yang dipandang
dapat mempengaruhi komitmen organisasi, yaitu :
a. Rasa memiliki terhadap organisasi, rasa senang terhadap aktivitas, dan
kepercayaan pada organisasi.
b. Karakteristik keluarga, harapan pengembangan karir dari keluarga dan
lingkungan organisasi
c. Imbalan, timbal balik yang diperoleh setelah bergabung mengikuti
organisasi.
Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi komitmen organisasi yaitu, faktor demografik, faktor psikologi,
faktor organisasi, karakteristik personal, karakteristik pekerjaan dan peran,
pengalaman dan iklim organisasi, imbalan, karakteristik keluarga, rasa memiliki
terhadap organisasi, ciri pribadi dan ciri tanggungjawab
