Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi identifikasi organisasi
(Organizational Identification), seperti yang diungkapkan oleh O’Neill &
Schuman (2024). Faktor-faktor ini terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu
faktor organisasi dan faktor individu.
- Faktor Organisasi
a. Kekhasan atau Keunikan Organisasi
Keunikan atau kekhasan organisasi memainkan peran penting dalam
membedakan organisasi tersebut dari yang lain, memberikan identitas
yang lebih jelas dan menonjol bagi para anggotanya. O’Neill & Schuman
(2024) menyatakan bahwa organisasi sering kali berupaya untuk
mendefinisikan identitas mereka dengan mencari ceruk yang unik dan
berbeda. Keunikan ini dapat memperkuat identifikasi anggota organisasi
dengan organisasi, karena mereka merasa menjadi bagian dari sesuatu
yang istimewa dan berbeda dari yang lain.
b. Gengsi atau Reputasi Organisasi
Faktor gengsi organisasi juga memengaruhi tingkat identifikasi organisasi.
Semakin bergengsi atau bereputasi tinggi sebuah organisasi, semakin besar
potensi karyawan untuk meningkatkan harga diri mereka melalui
identifikasi dengan organisasi tersebut. O’Neill & Schuman (2024)
menyatakan bahwa karyawan sering mengidentifikasi diri dengan
organisasi sebagai cara untuk meningkatkan citra diri mereka, karena
keberhasilan dan reputasi organisasi tercermin pada mereka.
c. Persaingan Intraorganisasi
Persaingan internal dalam organisasi dapat memengaruhi identifikasi
organisasi secara negatif. Ketika persaingan antara individu atau unit
dalam organisasi meningkat, fokus karyawan cenderung beralih dari
kepentingan organisasi secara keseluruhan ke subunit atau diri mereka
sendiri. Hal ini dapat mengurangi rasa keterikatan dan identifikasi
karyawan terhadap organisasi karena hubungan antaranggota terganggu
oleh persaingan yang intens. - Faktor Individu
a. Kepuasan Kerja
Tingkat kepuasan kerja seorang karyawan juga berkontribusi terhadap
identifikasi mereka dengan organisasi. O’Neill & Schuman (2024)
menyatakan bahwa kepuasan ini bergantung pada sejauh mana organisasi
dapat membantu karyawan mencapai tujuan pribadi mereka. Ketika
karyawan merasa bahwa organisasi memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap perkembangan pribadi mereka, maka kecenderungan
mereka untuk mengidentifikasi diri dengan organisasi akan meningkat.
b. Sentimentalitas
Sentimentalitas mengacu pada kecenderungan individu untuk
mempertahankan ikatan emosional dengan masa lalu mereka, termasuk
pengalaman kerja di organisasi. O’Neill & Schuman (2024) menjelaskan
bahwa individu yang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan
organisasi tempat mereka bekerja cenderung mengalami nostalgia dan
kepuasan saat mengingat masa-masa tersebut. Kenangan positif tentang
pengalaman kerja sebelumnya dapat memperkuat identifikasi individu
terhadap organisasi, karena mereka merasakan keterhubungan emosional
yang mendalam dengan masa lalu di tempat kerja tersebut
