Organizational Identification


Organizational Identification (OI) adalah konsep penting dalam psikologi
organisasi yang menggambarkan keterkaitan psikologis antara karyawan dan
organisasi. Konsep ini merujuk pada seberapa besar karyawan mengintegrasikan
nilai, tujuan, dan identitas organisasi ke dalam identitas diri mereka. Menurut
Ashforth dan Mael dalam (O’Neill & Schuman, 2024), OI mencerminkan
identifikasi seseorang sebagai anggota dari organisasi yang lebih besar, di mana
individu tidak hanya melihat diri mereka sebagai pekerja atau karyawan, tetapi
sebagai bagian integral dari organisasi itu sendiri. Dengan demikian, mereka
merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan organisasi dan berbagi
nilai-nilai yang diusungnya.
Organizational Identification sangat erat kaitannya dengan Social Identity
Theory, di mana individu cenderung mengidentifikasi diri dengan kelompok sosial
tertentu—dalam hal ini, organisasi—sebagai bagian dari cara mereka memahami
diri dan lingkungan sosial mereka. Menurut Clercq et al. (2021), OI merupakan
salah satu bentuk dari identifikasi sosial yang sangat menonjol di lingkungan
kerja, karena komponen identitas organisasi dapat meliputi berbagai aspek dari
konsep diri dan identitas individu. Artinya, semakin kuat karyawan
mengidentifikasi diri mereka dengan organisasi, semakin mereka merasa bahwa
keberhasilan organisasi adalah keberhasilan pribadi mereka. Mereka juga akan
lebih cenderung memprioritaskan kepentingan organisasi di atas kepentingan
pribadi.
22
Organizational Identification memiliki beberapa konsekuensi positif bagi
organisasi. Salah satu dampaknya adalah peningkatan organizational commitment
(komitmen organisasi), di mana karyawan yang merasa teridentifikasi dengan
organisasi akan lebih berkomitmen untuk bekerja demi kesuksesan organisasi.
Karyawan cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi, loyalitas yang lebih
kuat, dan lebih bersedia untuk terlibat dalam organizational citizenship behavior
(OCB), yakni perilaku kerja sukarela yang melampaui tuntutan formal pekerjaan.
Selain itu, identifikasi yang kuat dengan organisasi juga dapat mengurangi niat
untuk berpindah kerja (turnover intention) karena karyawan merasa terhubung
secara emosional dan psikologis dengan organisasi, sebagaimana dijelaskan oleh
Ibrahim et al (2024) dalam meta-analisisnya tentang pengaruh OI terhadap hasil
kerja