Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan dari seseorang yang
menduduki posisi tertentu dalam organisasi atau kelompok. Harapan peran
berasal dari tuntutan dari tugas atau pekerjaan itu sendiri dan uraian tugas,
peraturan- peraturan dan standar. Jika keseluruhan harapan peran tidak
dengan jelas menunjukkan tugas-tugas apa yang seharusnya dilaksanakan
seseorang dan bagaimana individu seharusnya berprilaku, maka akan terjadi
kekacauan peran. Kekacauan peran dapat disebabkan baik oleh harapan-
harapan peran yang tidak memadai maupun harapan-harapan peran yang
tidak bersesuaian. Harapan-harapan peran yang tidak konsisten
menciptakan konflik peran bagi seseorang.
Menurut Robbins and Judge dalam Saraswati dan Sirait (2015) konflik
peran adalah suatu situasi yang mana individu dihadapkan oleh ekspektasi
peran yang berbeda-beda. Menurut Kreitner and Kinicki yang
diterjemahkan oleh Biro Bahasa Alkemis (2014), konflik peran terjadi
ketika anggota tatanan peran yang berbeda mengharapkan hal yang berbeda
dari penerima peran.
Handoko (2012) mengatakan bahwa konflik peran dalam diri individu
yaitu sesuatu yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian
tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai
permintaan pekerjaan saling bertentangan atau bila individu diharapkan
untuk melakukan lebih dari kemampuannya
