Menurut Rizzo et. al dalam (Mas;ud 2004).konflik peran memiliki 3
indikator yaitu :
- Time based conflict
Terjadi ketika waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan salah satu
tuntutan (keluarga atau pekerjaan) dapat mengurangi waktu untuk
menjalankan tuntutan yang lainnya (keluarga atau pekerjaan). Misalnya
ketika ada pertemuan orangtua murid di sekolah yang waktunya bersamaan
dengan meeting di kantor sehingga menimbulkan konflik, pekerja yang
karena kesibukannya dalam bekerja telat karena energy manusia yang
terbatas. Peran ganda mungkin dapat menyulitkan dan seolah berlomba
mendapatkan waktu seseorang. Waktu yang dihabiskan dalam satu peran
secara umum tak bias di curahkan kepada aktivitas dalam peran lainnya.
Time based conflict memiliki 2 bentuk ;
a. Tuntutan waktu dari peran yang satu membuat individu secara fisik tidak
dapat memenuhi ekpektasi dari peran yang lain;
b. Adanya tuntutan waktu, dapat menyebabkan individu terfokus dengan
peran yang satu, pada saat seharusnya individu mencoba memenuhi
tuntutan peran yang lain. - Strain based conflict
Terjadi ketika tuntutan dari satu peran mempengaruhi kinerja peran
lainnya. Hal ini dapat menyebaban pekerja mengalami ketidakpuasan,
ketegangan, kecemasan, fatigue. Pekerja menghabiskan banyak energy
karena adanya tekanan fisik dan psikologis sehingga mempengaruhi kinerja.
Adanya tekanan psikologis yang Negatif mengakibatkan seseorang
cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dan kemampuan pada satu
peran sehingga tidak dapat memuaskan peran lainnya. - Behavior – based conflict
Terjadi ketika adanya ketidaksesuaian antara perilaku dengan yang
diinginkan oleh kedua bagian (keluarga atau pekerjaan). Misalnya perilaku
agresif, konfrontasi, asertif yang dibutuhkan dalam pekerjaan tidak sesuai
dengan yang dibutuhkan dalam keluarga dimana lebih menekankan pada
kehangatan, pengertian, rasa saling menyayangi dan mengasihi.
