Green training, atau pelatihan berbasis lingkungan, memiliki peran
penting dalam meningkatkan sustainability performance suatu organisasi.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan
karyawan terkait praktik-praktik ramah lingkungan dalam pekerjaan mereka
(Jabbour, 2013). Melalui green training, karyawan dapat memahami dampak
lingkungan dari aktivitas organisasi dan cara-cara untuk menguranginya, yang
pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan kinerja berkelanjutan
perusahaan. Sustainability performance mengacu pada kemampuan organisasi
untuk mencapai tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang dalam
jangka panjang (Epstein & Buhovac, 2014). Green training membantu
organisasi mencapai hal ini dengan membekali karyawan dengan pengetahuan
dan keterampilan untuk mengimplementasikan praktik-praktik berkelanjutan
dalam operasi sehari-hari. Penelitian oleh Renwick et al. (2013) menunjukkan
bahwa perusahaan yang menerapkan green training secara efektif cenderung
memiliki kinerja lingkungan yang lebih baik, yang merupakan komponen kunci
dari sustainability performance.
Lebih lanjut, green training tidak hanya berdampak pada aspek
lingkungan, tetapi juga pada aspek ekonomi dan sosial dari sustainability
performance. Dari segi ekonomi, praktik-praktik ramah lingkungan yang
dipelajari melalui green training dapat menghasilkan efisiensi operasional dan
penghematan biaya (Jackson et al., 2011). Sementara itu, dari segi sosial, green
training dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan, yang pada
akhirnya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan inovasi (Pinzone et
al., 2019)
