Menurut Koentjoro (2002) komitmen organisasi memiliki tiga aspek penting
yaitu:
a. Identifikasi
Identifikasi terbentuk dalam kepercayaan anggota terhadap organisasi,
dapat dilakukan dengan memodifikasi tujuan organisasi, sehingga
mencakup beberapa tujuan pribadi para anggota atau dengan kata lain
organisasi memasukkan pula kebutuhan dan keinginan anggota dengan
organisasi. Hal ini akan menghasilkan suasana yang saling mendukung di
antara para anggota dengan organisasi, suasana tersebut juga akan
membawa anggota dengan rela menyumbangkan sesuatu bagi tercapainya
tujuan organisasi, karena anggota juga menerima tujuan orgnisasi yang
dipercayai telah disusun demi terpenuhinya kebutuhan pribadi.
b. Keterlibatan
Keterlibatan atau partisipasi anggota dalam aktivitas-aktivitas kerja
penting untuk diperhatikan karena adanya keterlibatan anggota
menyebabkan mereka akan mau dan senang bekerja sama dengan anggota
yang lain. Salah satu cara yang dapat memancing keterlibatan anggota
adalah dengan mamancing partisipasi mereka dalam berbagai kesempatan
pengambilan keputusan, yang dapat menumbuhkan keyakinan pada
anggota bahwa apa yang telah diputuskan adalah merupakan keputusan
bersama. Selain itu, dengan melakukan hal tersebut maka anggota
merasakan bahwa mereka diterima sebagai bagian yang utuh dari
organisasi, dan konsekuensi lebih lanjut, mereka merasa wajib untuk
melaksanakan bersama apa yang telah diputuskan karena adanya rasa
keterikatan dengan apa yang mereka ciptakan.
Menurut Beynon (Koentjoro, 2002) mengatakan bahwa partisipasi akan
meningkat apabila mereka menghadapi suatu situasi yang penting untuk
mereka diskusikan bersama, dan salah satu situasi yang perlu didiskusikan
bersama tersebut adalah kebutuhan serta kepentingan pribadi yang ingin
dicapai oleh anggota dalam organisasi. Apabila kebutuhan tersebut dapat
terpenuhi hingga anggota memperoleh kepuasan, maka anggotapun akan
menyadari pentingnya memiliki kesediaan untuk menyumbangkan usaha
dan kontribusi bagi kepentingan organisasi. Sebab hanya dengan
pencapaian kepentingan organisasilah, kepentingan anggota akan lebih
terpuaskan.
c. Loyalitas
Loyalitas anggota terhadap organisasi memiliki makna kesediaan
seseorang untuk melanggengkan hubungan dengan organisasi, bila perlu
dengan mengorbankan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan
apapun. Kesediaan anggota untuk mempertahankan diri dalam organisasi
adalah hal yang penting dalam menunjang komitemen anggota terhadap
organisasi di mana mereka berorganisasi. Hal ini dapat diupayakan apabila
anggota merasakan adanya keamanan dan kepuasan di dalam organisasi
tempat ia bergabung
