Dampak Kepuasan Gaji


a. Kehadiran kerja
Gaji dapat menjadi faktor penting dalam penentuan apakah seorang karyawan
akan masuk kerja pada hari tertentu. Ketidakhadiran akan disebabkan oleh
keinginan untuk menghindari ketidaknyamanan suatu lingkungan kerja (pekerjaan,
rekan sejahwat, atasan, kondisi kerja) atau kekecewaan terhadap struktur balas
jasa organisasi (gaji, promosi, pengakuan, karyawan) ( Simamora, 2004).
Ketidakhadiran, keterlambatan, dan pulang kerja lebih dini dapat dikendalikan
dengan menggunakan gaji perjam kerja dapat mendatangkan ketidakpuasan
diantara para profesional dan buruh karena biasanya golongan pekerja kasarlah
yang dihubungkan dengan gaji seperti itu. Lebih jauh, gaji lembur dapat
mendorong kehadiran kerja di luar jam kerja normal seandainya diberikan gaji per
jam dan bonus memadai (Simamora, 2004).
b. Efektivitas Organisasional
Menurut Simamora (2004), manajer sumber daya manusia dan spesialis
kompensasi perlu mengenali 3 poin utama ketika merancang, menerapkan, dan
mengevaluasi sebuah program kompensasi. Pertama, gaji pada umumnya
merupakan faktor yang penting bagi karyawan dan memiliki dampak terhadap
pilihan pekerjaan, kepuasan kerja, ketidakhadiran, putaran karyawan, dan
produktivitas. Signifikansi dan dampak gaji akan bervariasi diantara para
karyawan, tergantung pada variabel-variabel seperti usia, jenis kelamin, tingkat
pendapatan, situasi keluarga, dan faktor cultural sosial, dan ekonomi lainya.
Kedua, tenaga kerja akan senantiasa berubah dengan cara-cara yang agak
dapat diprediksi. Ketiga, organisasi merubah misi, tujuan, strategi, dan kebijakan
sumber daya manusia.
c. Komitmen Efektif
Beberapa peneliti menunjukan sebuah hubungan positif antara kepuasan gaji
dan komitmen efektif (Rizqi & Ridwan, 205). Penelit yang dilakukan Ward &
Davis (1995), menunjukan bahwa dampak dari kepuasan keuntungan terhadap
komitmen organisasi dan menemukan korelasi yang positif dari kepuasan
keuntungan, keadilan distributif, keadilan prosedural dan 3 komponen dari
komitmen organisasi. Miceli & Mulvey (2000; dalam Rizqi & Ridwan, 2005)
meneliti konsekuensi dari kepuasan tingkat gaji dan sistem gaji memiliki
hubungan yang positif dengan komitmen efektif pada karyawan. Penelitian yang
lain juga menunjukan bahwa terdapat korelasi yang positif antara kepuasan gaji
dan tiga komponen komitmen organisasi (Meyer, Stanley, Hersconvitch, &
Topolnytsky, 2002, dalam Rizqi & Ridwan, 2005)