Praktik manajemen sumber daya manusia merupakan penerapan proses atau
fungsi yang ada dalam manajemen sumber daya manusia. Bentuk dari praktik
manajemen sumber daya manusia juga tidak jauh berbeda dengan fungsi yang
dimiliki dalam manajemen sumber daya manusia. Menurut Michael Amstrong
(2006), bentuk dari praktik manajemen sumber daya manusia meliputi rekrutmen
dan seleksi, penilaian, pelatihan dan pengembangan, serta pemberian kompensasi
kepada karyawan. Penting bagi perusahaan untuk melaksanakanpraktik manajemen
sumber daya manusia dengan baik agar terhindar dari beberapa masalah terkait
dengan pengelolaan sumber daya manusia. Masalah yang dapat timbul karena
kurang melaksanakan praktik manajemen sumber daya manusia dengan baik antara
lain: memposisikan seseorang yang kurang tepat untuk sebuah pekerjaan, membuat
efektifitas kinerja perusahaan menurun karena kurangnya diadakan pelatihan,
membuat tingkat turnover karyawan di perusahaan menjadi tinggi, dan eksploitasi
tenaga kerja karena permasalahan ketidakadilan dalamperusahaan (Dessler, 2020).
Salah satu permasalahan terkait pengelolaan sumber daya manusia yang sedang
diperhatikan oleh banyak perusahaan sekarang ini yaitu masalah terkait tingginya
tingkat turnover intention karyawan yang tentu saja dapat membawa dampak
negatif dan merugikan perusahaan. Agar dapat terhindar dari permasalahan
tersebut, maka perusahaan perlu memastikan pelaksanaan praktik manajemen
sumber daya manusia berjalan dengan baik yang akhirnya akan membuat
perusahaan mampu mempertahankan karyawan. Salah satu cara agar perusahaan
dapat menekan dan menghindari turnover karyawan yang tinggi yakni dengan
memastikan karyawan merasa puas dengan praktik manajemen suumber daya
manusia yang dilaksanakan di dalam perusahaan
