Kepuasan karyawan pada praktik manajemen sumber daya manusia
menunjukkan pengalaman baik karyawan dengan pelaksanaan praktik manajemen
sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Penting bagi perusahaan untuk
memastikan setiap karyawan untuk memiliki rasa puas dengan praktik manajemen
sumber daya manusia agar para karyawan dapat merasa nyaman dalam bekerja dan
tidak akan pergi meninggalkan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan dapat
meminimalisir kemungkinan untuk kehilangan karyawan yang dapat merugikan
perusahaan karena mengalami pembengkakan pada biaya rekrutmen dan seleksi
untuk mengisi posisi yang kosong dalam perusahaan.
Kepuasan karyawan pada praktik manajemen sumber daya manusia juga dapat
membuat kinerja karyawan menjadi lebih optimal. Rasa puas karyawan dengan
praktik manajemen sumber daya manusia dapat memberikan pengaruh kepada
kinerja perusahaan, semakin puas karyawan dengan praktik manajemen sumber
daya manusia dalam perusahaan maka hal tersebut akan membuat kinerja
perusahaan semakin meningkat (Khilji & Wang, 2006). Dengan demikian,
karyawan yang puas dengan praktik manajemen sumber daya manusia dapat
membantu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih baik yang akhirnya dapat
membantuperusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan lebih maksimal.
Seperti yang sudah dijelaskan pada sub bab 2.1 terkait bentuk dari praktik
manajemen sumber daya manusia, dalam penelitian ini peneliti hanya ingin
berfokus pada tiga bentuk praktik sumber daya manusia yaitu pelatihan, penilaian
kinerja, dan pemberian kompensasi dalam bentuk gaji yang akan diperdalam dan
dipaparkan kembali menjadi kepuasan terkait tiga bentuk dari kepuasan karyawan
yakni kepuasan terhadap pelatihan (training satisfaction), kepuasan terhadap
penilaian kinerja (performance appraisal satisfaction), dan kepuasan terhadap gaji
yang diterima (pay satisfaction)
