Faktor yang Mempengaruhi Turnover Intention


Ada banyak hal yang dapat menyebabkan munculnya keinginan seorang
karyawan untuk berpindah dari perusahaan. Berikut merupakan faktor-faktor yang
dapat menjadi penyebab atau pemicu seorang karyawan ingin berpindah darisebuah
perusahaan:

  1. Stres Kerja
    Tekanan dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, konflik yang terjadi
    di perusahaan saat bekerja dan waktu bekerja yang tidak sesuai dapat
    menyebabkan seorang karyawan mengalami stress dalam bekerja (Tilahun,
    2018). Seorang karyawan yang mengalami stres kerja yang berlebih dalam
    suatu perusahaan akan memiliki kemungkinan yang besar untuk memiliki
    keinginan untuk meninggalkan atau berpindah dari perusahaan tersebut.
    Santript Shukla dan Dr. Ambalika Sinha (2013) juga menjelaskan bahwa
    pengalaman terkait stres kerja, banyaknya faktor yang memicu terjadinya
    stress kerja ditambah dengan kurangnya komitmen pada perusahaan dan
    ketidakpuasan dalam bekerja dapat menyebabkan karyawan memiliki
    keinginan untuk meninggalkan perusahaan.
  2. Gaji dan Kompensasi
    Salah satu penyebab terjadinya tingginya tingkat turnover intention
    dalam sebuah perusahaan adalah ketidaksesuaian dan rendahnya gaji serta
    kompensasi yang diberikan kepada karyawan (Shukla & Sinha, 2013).
    Ketidaksesuaian atas pemberian gaji dan kompensasi dapat membuat
    karyawan menjadi tidak termotivasi untuk bekerja dengan giat. Hal ini juga
    dapat membuat karyawan akhirnya mencari alternatif pekerjaan lain yang
    dapat memberikan gaji dan kompensasi yang lebih sesuai daripada yang
    sudah didapatkan di perusahaan saat ini.
  3. Lingkungan Kerja
    Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting yang dapat
    menentukan seorang karyawan akan loyal kepada perusahaan. Lingkungan
    kerja dapat mempengaruhi pelaksanaan kerja karyawan maka penting bagi
    perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kinerja
    karyawannya. Tidak hanya sekedar memberikan fasilitas yang memadai
    untuk karyawan, tetapi juga membangun hubungan yang baik antar
    karyawan di perusahaan, baik karyawan yang memiliki level kedudukan
    yang sama maupun dengan atasan.
    Menciptakan lingkungan kerja yang mendukung karyawan dalam
    bekerja dapat mengurangi stres kerja karyawan dan menekan tingkat
    turnover. Sebaliknya, jika lingkungan kerja di perusahaan tidak mendukung
    karyawan untuk mengerjakan pekerjaannya maka akan dapat membuat
    karyawan tidak nyaman untuk bekerja dan akhirnya akan memiliki
    keinginan untuk meninggalkan perusahaan (Tilahun, 2018).
  4. Pertumbuhan Karir
    Pertumbuhan karir dapat menjadi faktor pemicu stres kerja pada
    karyawan jika karyawan mengalami hambatan dalam berkarir seperti
    terjebak dalam posisi yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama
    tanpa kesempatan untuk mendapatkan promosi dalam bekerja (Tilahun,
    2018). Hal ini tentu saja dapat memicu terjadinya turnover intention pada
    karyawan karena mereka akan mencari alternatif perusahaan lain yang dapat
    memberikan jenjang karir yang lebih baik daripada perusahaan saat ini.
    Saat ini permasalahan terkait dengan turnover intention terutama jika sudah
    berada di tingkat yang tinggi menjadi fokus utama banyak perusahaan karena tingat
    turnover karyawan yang tinggi dapat memberikan dampak buruk pada perusahaan,
    terutama jika perusahaan kehilangan karyawan yang memiliki kinerja baik (Wu &
    Polsaram, 2011). Perusahaan juga dapat mengalami pembengkakan pada biaya
    rekrutmen dan seleksi jika kehilangan karyawan. Masalah seperti ini dapat timbul
    karena perusahaan tidak dapat menjalankan praktik manajemen sumber daya
    manusia dengan baik dan maksimal, sehingga karyawan menjadi merasa tidak
    nyaman dan akhirnya mereka dapat pergi meninggalkan perusahaan. Oleh karena
    itu, penting bagi perusahaan untuk selalu berusaha meminimalisir tingkat turnover
    intention agar tidak menjadi masalah berkelanjutan yang dapat merugikan
    perusahaan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah terkait turnover intention ini
    adalah dengan memastikan perusahaan melaksanakan praktik manajemen sumber
    daya manusia dengan baik untuk menunjang kinerja, memberikan kepuasan pada
    karyawan dalam bekerja dan akhirnya dapat menekan tingkat turnover karyawan
    dalam perusahaan