Sebagaimana kita ketahui bahwa Abraham H. Maslow adalah
seorang pakar manajemen yang terkenal dengan jenjang kebutuhan.
Maslow berpendapat bahwa “kebutuhan manusia sesungguhnya
berjenjang dan diklasifikasikan menjadi lima jenjang dari tingkat
paling rendah sampai tertinggi”. Seseorang akan termotivasi untuk
mencapai jenjang kebutuhan rendah sampai tertinggi. Seseorang
akan termotivasi untuk mencapai jenjang kebutuhan, akan tetapi
ketika jenjang tersebut sudah dicapai tidak lagi menjadi pendorong
motivasi, akan tetapi jenjang berikutnyalah yang menjadi tantangan
yang memotivasinya untuk diusahakan tercapai. Demikian juga
seterusnya hingga pada jenjang tertinggi.
Maslow dalam Sobirin (2017:413) hierarki kebutuhan
Maslow sesungguhnya bisa diklasifikasikan dengan cara berbeda
yakni dengan melihat dari mana kebutuhan tersebut dipenuhi.
Penjelasan Maslow dalam Sinambela (2019:598), mengemukakan
bahwa “teori ini dikembangkan atas dasar tiga asumsi”, yaitu sebagai
berikut:
1) Manusia adalah „wanting beings‟ yang dimotivasi oleh
keinginan untuk memuaskan berbagai kebutuhan. Kebutuhan
yang tidak terpuaskan akan menggerakan tingkah laku, tetapi
kebutuhan yang terpuaskan tidak bertindak sebagai motivator.
2) Kebutuhan seseorang tersusun dalam satu hierarki, dari tingkat
yang paling dasar hingga tingkat yang paling tingi.
3) Kebutuhan seseorang bergerak dari tingkat yang paling rendah
menuju ke tingkat berikutnya
karakteristik kelima
jenjang tersebut :
1) Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan fisiologis ini merupakan kebutuhan utama individu
dalam mempertahankan hidupnya yang diantaranya meliputi
kebutuhan akan makan dan minum, serta pakaian dan tempat
tinggal. Dalam situasi kerja yang termasuk kategori ini antara lain
gaji dan kondisi kerja. Kebutuhan ini juga sering disebut dengan
kebutuhan primer yaitu kebutuhan yang harus ada agar dapat terus
bertahan hidup layak meskipun hanya standar minimal.
2) Kebutuhan keselamatan dan keamanan
Kebutuhan akan keselamatan dan rasa aman akan bertindak
sebagai motivator, apabila kebutuhan fisiologis telah terpuaskan
secara minimal. Kebutuhan akan rasa aman ini antara lain,
kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, pertentangan, dan
aktualisasi
penghargaan
sosial
keamanan
fisiologis
lain sebagainya. Pada saat kebutuhan fisiologis sudah terpenuhi,
pegawai akan naik kelas memikirkan kebutuhan keselamatan dan
keamanan.
3) Kebutuhan sosial
Sebagai mana kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial
yang menginginkan kebutuhan untuk bersosialisasi. Ketika
kebutuhan fisiologis dan keamanan telah terpenuhi,
makakebutuhan sosial inilah yang mampu memberikan motivasi
kepada pegawai. Kebutuhan sosial merupakan selanjutnya yang
dipenuhi dan akan menjadi dominan bila kebutuhan sebelumnya
telah terpenuhi. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan
persahabatan, afiliasi serta berinteraksi yang memuaskan dengan
orang lain.
4) Kebutuhan akan harga diri
Ketika sudah melewati tiga level tersebut, pegawai mulai
memikirkan kebutuhan harga diri, atau lebih dikenal dengan
kebutuhan prestise. Jadi, dalam tahap ini seseorang berharap ingin
dpandang terpenting dan menjadi penentu. Kebutuhan ego, status
dan penghargaan merupakan kebutuhan tingkat berikutnya yang
meliputi kebutuhan untuk dihormati, dan dihargai oleh orang lain.
5) Kebutuhan aktualisasi diri
Kebutuhan inilah puncak dari lima jenjang kebutuhan yang
dikemukakan Maslow, dimana seseorang yang sudah ada dalam
level ini tidak lagi memikirkan level dibawahnya, tetapi semua
tenaga dan pikirannya terfokus pada pengaktualisasian dirinya.
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan untuk memanfaatkan
kemampuan, keterampilan dan potensi yang dimiliki secara
maksimal.
Berdasarkan teori – teori diatas maka dapat di sintesiskan
motivasi adalah dorongan dan keingin yang timbul dari dalam diri
seseorang untuk mencapai tujuan tertentu melalui proses dan
pengaruh dari luar ataupun dari dalam diri seseorang itu sendiri
untuk melakukan sesuatu atau tindakan yang dapat diukur dengan
indikator : (1) pekerjaan itu sendiri, (2) kemajuan, (3) Tanggung
jawab, (4) pengakuan dan (5) pencapaian.
