Unsur – unsur Motivasi Kerja


Pada hakikatnya motivasi adalah perasaan atau keinginan
seseorang yang berada dan bekerja pada kondisi tertentu untuk
melaksanakan tindakan – tindakan yang menguntungkan dilihat
dari perspektif pribadi maupun organisasi. Dapat diartikan motivasi
sebagai kekuatan yang kompleks, yang membuat seseorang
berkeinginan memulai dan menjaga kondisi kerja dalam organisasi.
adapun unsur – unsur motivasi di antaranya adalah sebagai berikut:
1) Tujuan
Manusia adalah makhluk bertujuan, meskipun tidak ada
manusia yang mempunyai tujuan yang benar – benar sama di
dalam mengarungi hidup, demikian juga organisasi, pasti
mempunyai tujuan. Idealnya semua manusia memiliki motivasi
yang tinggi. Manusia yang memiliki motivasi yang tinggi sadar
bahwa antara tujuan dirinya dengan tujuan organisasi sama
sekali tidak terpisahkan walaupun terpisahkan tidak terlalu
senjang.
2) Kekuatan dari dalam diri individu
Manusia adalah insan yang memiliki energy, apakah itu energy
fisik, otak, mental, maupun spiritual. Energi – energi tersebut
berakumulasi dan menjelma dalam bentuk dorongan batin
untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu tugas secara
tepat waktu. Manusia bekerja di dalam organisasi semata –
mata karena terpanggil untuk berbuat tanpa mengingkari ada
maksud – maksud yang ingin dicapai dalam pekerjaan, seperti
gaji dan mengisi waktu luang.
3) Keuntungan
Bahwa manusia bekerja ingin mendapatkan keuntungan,
pemikiran ini sangat manusiawi. Meski harus dihindari
pemikiran seperti ini yang hanya ingin bekerja mana kala ada
keuntungan langsung diperoleh. Keuntungan ini akan menjadi
sumber bahaya bagi manusia. Manusia organisasi adalah
makhluk normal yang taraf pengabdiannya tinggi sekalipun,
dalam proses kerja tidak terlepas dari adanya hasrat ingin
meraih sesuatu. Kebijakan manajemen yang bermutu
merupakan kunci utama bagi organisasi manusia yang ingin
mencapai tujuan hidup. Adapun salah satu ciri manajemen yang
baik adalah adanya perencanaan yang baik yang disusun sesuai
dengan potensi pendukung untuk mencapai tujuan yang
dicapai. Manajer dalam pelaksanaan tugasnya tidak berdiri
sendiri, akan tetapi terikat dengan pengikut – pengikutnya