Menurut Fernando Giovanni & Ie (2022), loyalitas karyawan adalah
kesediaan untuk terus setia dan tinggal bersama organisasi. Loyalitas
sebagai kesediaan untuk bertahan dalam organisasi, kemauan untuk
memberikan usaha tambahan, merasa terikat sebagai bagian dari organisasi,
dan meningkatkan tingkat tanggung jawab karyawan. Loyalitas karyawan
sering dianggap sebagai sifat positif yang jelas, baik secara individu maupun
secara kolektif. Namun, dalam situasi yang menantang atau tidak berfungsi,
karyawan yang setia mungkin menghadapi dilema antara loyalitas terhadap
organisasi mereka dan respon pribadi terhadap konflik atau disfungsi, yang
dapat mengancam kesejahteraan pribadi mereka.
Pada zaman ini, perusahaan menghadapi berbagai tantangan akibat
sifat dinamis lingkungan kerja (Ashraf, 2019). Menurut Fernando Giovanni
& Ie (2022), tujuan utama seseorang dalam bekerja tidak hanya sebatas
memperoleh gaji, melainkan juga untuk mencapai kepuasan pribadi. Kinerja
karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti motivasi, lingkungan
kerja, dan kepemimpinan di tempat tersebut. Untuk meningkatkan efisiensi,
efektivitas, produktivitas, dan komitmen kerja karyawan, perusahaan harus
memenuhi kebutuhan karyawan dengan menyediakan kondisi kerja yang
optimal (Fernando Giovanni & Ie, 2022). Loyalitas karyawan adalah
perilaku yang menunjukkan bahwa karyawan selalu mendukung dan berada
di sisi perusahaan. Selain itu, memiliki karyawan yang sangat setia akan
mengurangi pengeluaran tambahan untuk meningkatkan kinerja (Naufalia
et al., 2022). Karyawan yang setia terhadap perusahaan akan memberikan
performa terbaik bagi perusahaan
