Menurut Muhamad & Manik (2023a), budaya organisasi adalah inti
dari nilai-nilai fundamental yang dianut oleh sebuah organisasi, yang
menjadi dasar bagi sikap, perilaku, dan tindakan semua anggota organisasi.
Budaya organisasi mencerminkan cara orang berinteraksi dalam lingkungan
organisasi dan mencakup rangkaian norma yang terdiri dari keyakinan,
sikap, nilai-nilai inti, serta pola perilaku yang diadopsi bersama dalam
organisasi. Menurut Muhamad & Manik (2023a) ada 7 dimensi Budaya
organisasi yaitu:
- Inovasi dan kemauan mengambil risiko (Innovation and risk-taking)
Inovasi dan kesiapan mengambil risiko melibatkan sejauh mana
organisasi mendorong karyawan untuk berinovasi dan bersedia
mengambil risiko. Ini juga mencakup bagaimana organisasi menghargai
usaha karyawan dalam mengambil risiko dan mendorong timbulnya ide-
ide baru dari mereka. - Fokus pada detail (Attention to detail)
Ketelitian dan fokus pada detail mencerminkan seberapa besar
organisasi menginginkan karyawan untuk menunjukkan kehati-hatian,
kemampuan analisis, dan perhatian terhadap detail-detail kecil. - Orientasi pada hasil (Outcome orientation)
Orientasi pada hasil mencerminkan seberapa besar manajemen
mengutamakan pencapaian hasil daripada hanya memusatkan perhatian
pada proses atau teknik yang digunakan untuk mencapainya. - Orientasi pada manusia (People orientation)
Orientasi pada manusia mencerminkan seberapa besar keputusan
manajemen mempertimbangkan dampak keputusan tersebut terhadap
individu-individu dalam organisasi. - Orientasi pada tim (Team orientation)
Orientasi pada tim mencerminkan sejauh mana aktivitas organisasi
disusun berdasarkan tim kerja daripada individu-individu - Sikap proaktif (Proactiveness)
Sikap proaktif mengindikasikan sejauh mana anggota organisasi
bersikap proaktif dan kompetitif dalam menerapkan budaya organisasi
secara efisien. - Kestabilan (Stability)
Kestabilan mencerminkan seberapa besar organisasi menekankan pada
pemeliharaan status quo daripada mencari pertumbuhan atau perubahan
lebih lanjut
