Dimensi Kesehjateraan Subjektif

Berdasarkan beberapa definisi mengenai totalitas kerja di atas,
penulis menggunakan pendapat Diener, Lucas, & Oishi (Diener & Chan,
2011) mendefinisikan kesejahteraan subjektif sebagai evaluasi individu
tentang kehidupannya, termasuk penilaian kognitif terhadap kepuasan
hidupnya serta penilaian afektif terhadap emosinya.
1) Aspek kesejahteraan subjektif
Ryff (dalam Mujamiasih, 2013) menghasilkan suatu model
kesejahteraan dalam bentuk multidimensi yang terdiri atas enam fungsi
psikologis positif, yaitu:

  1. Penerimaan diri
    Penerimaan bukan berarti bersikap pasif atau pasrah, akan tetapi
    pemahaman yang jelas akan peristiwa yang terjadi sehingga individu
    dapat memberikan tanggapan secara efektif
  2. Hubungan positif dengan sesama
    Diener dan Seligman menemukan bahwa hubungan sosial yang baik
    merupakan sesuatu yang diperlukan, tapi tidak cukup untuk membuat
    kesejahteraan subjektif seseorang tinggi. Artinya, hubungan sosial yang
    baik tidak membuat seseorang mempunyai kesejahteraan subjektif yang
    tinggi, namun seseorang dengan kesejahteraan subjektif yang tinggi
    mempunyai ciri-ciri berhubungan sosial yang baik.
  3. Autonomi
    Ciri utama dari seorang individu yang memiliki autonomi yang baik
    antara lain dapat menentukan segala sesuatu seorang diri (self
    determining) dan mandiri. Seorang individu mampu untuk mengambil
    keputusan tanpa tekanan dan campur tangan orang lain. Selain itu,
    orang tersebut memiliki ketahanan dalam menghadapi tekanan sosial,
    dapat mengatur tingkah laku dari dalam diri, serta dapat mengevaluasi
    diri dengan standard personal
  4. Penguasaan lingkungan
    Seseorang yang baik dalam dimensi penguasaan lingkungan memiliki
    keyakinan dan kompetensi dalam mengatur lingkungan. Individu dapat
    mengendalikan berbagai aktivitas eksternal yang berada di
    lingkungannya termasuk mengatur dan mengendalikan situasi
    kehidupan sehari-hari, memanfaatkan kesempatan yang ada di
    lingkungannya, serta mampu memilih dan menciptakan lingkungan
    yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi. Sebaliknya
    seseorang yang memiliki penguasaan lingkungan yang kurang baik
    akan mengalami kesulitan dalam mengatur situasi sehari-hari, merasa
    tidak mampu untuk mengubah atau meningkatkan kualitas lingkungan
    sekitarnya, kurang peka terhadap kesempatan yang ada di
    lingkungannya dan kurang memiliki kontrol terhadap lingkungan.
  5. Tujuan dalam hidup
    Seseorang yang mempunyai komitmen dalam mengejar tujuan
    hidupnya, dia akan dapat memahami makna hidup dan mampu
    mengatasi masalah. Hal itu memiliki arti pada masa sekarang dan masa
    lalu dalam kehidupan. Sedangkan orang yang komitmen dalam
    hidupnya kurang maka dia tidak mampu memaknai hidup.
  6. Pertumbuhan pribadi
    Pribadi yang mampu berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang
    mempunyai locus of control sebagai alat evaluasi, dimana seseorang
    tidak melihat orang lain untuk mendapatkan persetujuan, tetapi
    mengevaluasi diri dengan menggunakan standard pribadinya