Dimensi Kemauan untuk Berubah


Berdasarkan struktur skala DINAMO (Diagnostic Inventory for
the Assesment of willingness to change among Managers in Organisations)
yang dibuat Metselaar (1997) terdapat 5 dimensi yaitu:

  1. Sikap
    Sikap dapat diukur dengan tiga tipe respon yaitu respon
    kognitif, respon afektif dan respon konatif. Kategori kognitif
    terdiri dari respon-respon yang merefleksikan persepsi,
    informasi terkait dan sikap terhadap perubahan. Respon
    kognitif umumnya ekspresi kepercayaan yang
    menghubungkan sikap perubahan dengan karakteristik atau
    sifat tertentu. Respon afektif harus dilakukan dengan perasaan
    terhadap sikap perubahan, termasuk diantaranya ekspresi
    kekaguman, keseganan, atau penghinaan. Respon konatif
    adalah kecenderungan sikap atau niat yang menghargai
    perubahan. Individu melakukan apa yang dikatakan orang,
    membuat rencana yang akan dilakukan, atau melakukan apa
    yang diperintahkan.
  2. Norma subjektif
    Norma subjektif merupakan model dari proses informasi sosial
    dimana beberapa niat individu mungkin dapat dibentuk oleh
    perilaku orang di sekelilingnya. Perkembangan sikap dan
    perilaku individu sebagai bagian dari hasil informasi sosial
    yang tersedia untuk mereka. Norma subjektif dalam
    mendukung perubahan diharapkan akan memberikan
    kontribusi positif pada kemauan individu untuk berubah.
  3. Kontrol perilaku
    Pemahaman kontrol perilaku merujuk pada persepsi seseorang
    terhadap kemudahan atau kesulitan yang fokus pada perilaku
    kinerja. Pemahaman kontrol perilaku individu terhadap proses
    perubahan di pengaruhi oleh faktor kontrol dan kontrol diri.
    Kontrol eksternal berkaitan dengan sumber daya (keuangan,
    sumber daya manusia, waktu dan informasi) yang
    memungkinkan individu untuk mau berubah. Faktor lainnya
    adalah kontrol diri yang berkaitan dengan pengetahuan,
    pengalaman dan keahlian yang dimiliki individu pada
    keinginannya untuk menyukseskan implementasi perubahan.
  4. Niat
    Niat dikaitkan dengan sikap pada perubahan. Niat meliputi
    ekspresi apakah individu tersebut resisten atau memiliki
    kemauan untuk mengikuti perubahan. Hal ini ditunjukkan
    dengan niat untuk meluangkan waktu dan usaha untuk
    mendukung atau mencegah implementasi dari perubahan
    organisasi. Dimensi ini meliputi kemauan karyawan untuk
    berubah terkait dengan niat untuk menginvestasikan waktu dan
    usaha untuk mendukung implementasi perubahan.
  5. Perilaku
    Perilaku kemauan untuk berubah dapat berbeda-beda tiap
    individu, terlihat dari perilaku yang mendukung atau
    menghalangi perubahan organisasi yang berlangsung. Perilaku
    yang mendukung perubahan organisasi misalnya memotivasi
    orang-orang, berbagi informasi dan ide, meyakinkan orang lain
    terkait keuntungan dari perubahan akan membawa hasil yang
    positif. Sementara itu, perilaku yang menghalangi perubahan
    organisasi misalnya meninggalkan organisasi, berbicara
    negatif mengenai perubahan secara diam-diam dan selama
    meeting, mengikuti petuah “wait and see”, dan menciptakan
    koalisi untuk memblok dan menghalangi proses perubahan.
    Dimensi ini meliputi manifestasi yang terlihat dari kemauan
    atau resistensi untuk berubah.
    Shiddiqui (2011) menjelaskan lima dimensi kemauan untuk
    berubah diantaranya, yaitu:
  6. Efikasi diri
    Efikasi diri tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan
    kemampuan yang cukup mengenai pekerjaan, tapi juga
    berkaitan dengan pengembangan karyawan terkait dengan
    kompetensi dalam menangani situasi dalam lingkungan yang
    aktif dan terus menerus berubah. Jika pimpinan membuat
    karyawan sadar atau peduli pada intervensi perubahan,
    karyawan merasa akan lebih percaya diri untuk mengatasi dan
    mengatur perubahan situasi secara efektif. Bagaimanapun
    karyawan dapat menolak perubahan ketika mereka tidak
    mengetahui kompetensi yang dibutuhkan untuk mengatur
    perubahan.
  7. Dukungan atasan
    Dukungan dari pimpinan adalah hal yang sangat penting
    karena pemimpin yang bertanggung jawab membimbing
    karyawan untuk menentukan apa yang harus dilakukan.
  8. Valensi pribadi
    Valensi pribadi merupakan elemen penting dalam menciptakan
    kesiapan untuk perubahan organisasi. Paling tidak sampai
    karyawan berpikir bahwa perubahan membawa banyak
    keuntungan sebagai perbandingan pada usaha yang dibutuhkan
    untuk mengimplementasikan perubahan. Valensi pribadi
    sebenarnya merupakan ketertarikan setiap karyawan pada
    dirinya sendiri.
  9. Ketepatan
    Ketepatan adalah menentukan efektif atau tidaknya sebuah
    strategi. Hal ini merupakan tanggung jawab dari manajemen
    atas untuk menentukan kompetitif atau tidaknya suatu strategi
    di pasaran.
  10. Dinamis
    Dinamis yang berarti memahami kebutuhan akan perubahan
    dan dapat mengikuti kebutuhan untuk berubah