Menurut Hariyanti dan Wirapraja dalam penelitian yang dikutip oleh
Darilsyah Mahmud et al. (2023:6), influencer adalah individu yang aktif di media
sosial dengan jumlah pengikut yang signifikan. Influencer memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi pengikutnya berdasarkan keahlian dan kemampuan yang
mereka miliki.
Menurut Ruly Kurniadi dan Aryo Wibisono (2024) Influencer adalah orang
atau tokoh media sosial yang memiliki jumlah pengikut yang banyak dimedia
sosialnya dan apa yang mereka katakan dapat mempengaruhi perilaku
pengikutnya. Influencer juga mereka yang memiliki pengaruh signifikan terhadap
media sosial. Orang –orang berpengaruh ini telah mendapatkan kepercayaan dari
rekan online mereka,dan pendapat mereka dapat berdampak besar pada reputasi
perusahaan.
Menurut Brown dan Hayes, dalam (Darilsyah Mahmud et al. 2023:6),
influencer adalah seseorang memiliki kemampuan untuk menciptakan konten
yang menarik dan memikat. Dengan keterampilan ini, mereka berhasil
menetapkan diri sebagai individu yang dapat memengaruhi audiens mereka.
Menurut Agustin dan Amron, dalam (Silpia Agustina et al. 2023:359),
sebagian besar pengguna media sosial saat ini secara aktif mengikuti konten
yang mereka lihat di platform tersebut. Hal ini menjadikan peran influencer
sangat penting bagi perusahaan dalam memasarkan produk mereka kepada para
pengguna.
Menurut Shimp dalam (Nikmatus Sholiqah dan Khusnul Fikriyah 2022),
influencer adalah individu yang dinilai berdasarkan tiga aspek utama: kepercayaan
(trustworthiness), keahlian (expertise), dan daya tarik (attractiveness).
Kepercayaan (trustworthiness) mengacu pada sejauh mana seorang influencer
dianggap jujur, memiliki integritas, dan dapat dipercaya. Keahlian (expertise)
mengacu pada pengetahuan, pengalaman, atau keterampilan yang dimiliki oleh
seorang influencer yang berkaitan dengan konten yang dibuat atau
dipresentasikannya. Daya tarik (attractiveness) tidak hanya merujuk pada daya
tarik fisik, tetapi juga mencakup karakteristik positif yang dapat dilihat oleh
audiens, seperti sifat kepribadian, keterampilan intelektual, gaya hidup,
kecakapan khusus, dan lain sebagainya.
Menurut Menurut Joseph dalam (Isna Amelia Nurhamidah 2022)
menyatakan para influencer adalah berbagai elemen dalam aktivitas dari individu
yang memiliki pengaruh terhadap pengikutnya di media sosial. Elemen tersebut
diantaranya motivasi pribadi, kemampuan pribadi, motivasi sosial, kemampuan
sosial, motivasi struktural, dan kemampuan struktural.
Menurut Wong dalam (Yodi H.P et al., 2020) Influencer marketing adalah
praktik yang sangat populer akhir-akhir ini. Praktik ini dapat didefinisikan
sebagai bentuk pemasaran yang melibatkan kegiatan mengidentifikasi dan
membangun hubungan dengan individu yang memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi calon pembeli.
Menurut Rossiter dan Percy (2021, dalam Alifa dan Saputri, 2022)
mengemukakan bahwa terdapat 4 indikator yang dapat mengukur influencer
marketing. Indikator tersebut yaitu visibility (popularitas), credibility
(kredibilitas), attractiveness (daya tarik), power (kekuatan).
Dari berbagai pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa influencer
marketing adalah strategi modern dalam pemasaran melalui media sosial. Para
influencer tidak hanya mempengaruhi pengikut mereka tetapi juga membantu
perusahaan dalam memasarkan produknya. Mereka memanfaatkan popularitas,
kredibilitas, daya tarik pribadi, dan kekuatan sosial mereka untuk memengaruhi
persepsi dan keputusan pembelian calon konsumen, menjadikan mereka mitra
yang berharga dalam mencapai tujuan pemasaran perusahaan
