Menurut Lengkawati (2021), Salah satu jenis iklan yang dikenal sebagai
“influencer marketing” memanfaatkan orang-orang terkenal untuk menyebarkan
berita tentang produk atau layanan tertentu. Karena influencer memiliki banyak
pengaruh dalam kelompok mereka sendiri, taktik ini semakin penting dalam
pemasaran digital, terutama di media sosial. lebih lanjut dengan mengatakan bahwa
tujuan dari influencer marketing adalah untuk menargetkan demografi tertentu
melalui tokoh-tokoh terkemuka yang dianggap memiliki dampak besar pada
kelompok tersebut.
Dalam pemasaran modern, banyak perusahaan mengandalkan influencer
marketing sebagai strategi utama dalam membangun kesadaran merek dan
meningkatkan penjualan. Kotler & Keller dalam Uyuun (2022) mengacu pada
pemasaran influencer sebagai jenis iklan yang memanfaatkan pengguna media
sosial populer untuk mempengaruhi opini konsumen dan pada akhirnya pembelian
mereka. Ketenaran, keahlian, dan posisi mereka dalam industri tertentu adalah
faktor penentu siapa yang akan menjadi influencer.
Penerapan influencer marketing dapat membantu perusahaan dalam
meningkatkan brand awareness, mengedukasi calon konsumen, memperluas
jangkauan pasar, hingga mendorong peningkatan penjualan. Secara umum,
pendekatan influencer marketing bertujuan untuk melakukan tiga hal:
mengedukasi, meyakinkan, dan menghibur.
Dalam praktik pemasaran modern, banyak perusahaan menjadikan
influencer marketing sebagai salah satu strategi utama dalam membangun
kesadaran merek (brand awareness) dan mendorong peningkatan penjualan.
Menurut Kotler & Keller dalam Uyuun (2022), influencer marketing merupakan
jenis iklan yang menggunakan individu populer di media sosial untuk membentuk
opini konsumen dan pada akhirnya memengaruhi keputusan pembelian mereka.
Pemilihan influencer tidak dilakukan secara sembarangan; ketenaran, keahlian, dan
posisi mereka dalam industri tertentu menjadi faktor utama dalam menentukan
siapa yang layak dijadikan mitra promosi. Influencer dengan reputasi yang baik
akan mampu meningkatkan kredibilitas produk, sedangkan influencer yang
memiliki keterlibatan tinggi dengan pengikutnya berpotensi menciptakan efek viral
yang sangat bermanfaat bagi perusahaan. Penerapan influencer marketing dapat
memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan, mulai dari meningkatkan
kesadaran merek, mengedukasi calon konsumen tentang manfaat produk atau
layanan, memperluas jangkauan pasar, hingga secara signifikan mendorong
pertumbuhan penjualan. Strategi ini juga memungkinkan perusahaan untuk
menciptakan koneksi emosional dengan konsumen melalui konten yang otentik dan
personal, yang sering kali lebih efektif dibandingkan dengan iklan tradisional.
Konten yang dibuat oleh influencer umumnya dikemas dengan cara yang lebih
natural, sehingga pesan pemasaran terasa lebih kredibel dan tidak memaksa.
Selain itu, pendekatan influencer marketing dapat membantu perusahaan untuk
mendapatkan umpan balik langsung dari target audiens melalui interaksi di kolom
komentar atau pesan pribadi.
Hal ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memahami
preferensi dan kebutuhan konsumen dengan lebih baik, sehingga dapat melakukan
penyesuaian pada produk, layanan, maupun strategi komunikasi. Secara umum,
pendekatan influencer marketing memiliki tiga tujuan utama, yaitu mengedukasi
audiens mengenai produk, meyakinkan mereka untuk membeli, serta menghibur
melalui konten yang menarik dan relevan. Dengan ketiga tujuan tersebut, influencer
marketing mampu menciptakan hubungan yang lebih dekat dan personal antara
merek dan konsumen, sekaligus memperkuat loyalitas terhadap produk atau
layanan yang ditawarkan.
Dalam konteks persaingan bisnis yang semakin ketat dan dinamis, influencer
marketing juga dinilai lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan strategi pemasaran
konvensional.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, kampanye influencer dapat
disesuaikan dengan tren yang sedang berkembang di masyarakat, sehingga merek
tetap relevan di mata konsumen. Oleh karena itu, influencer marketing kini menjadi
salah satu elemen penting dalam bauran pemasaran perusahaan modern, yang tidak
hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga pada pembangunan citra positif
dan hubungan jangka panjang dengan konsumen
