Pengertian Keterikatan Kerja


Kahn (1990) pertama kali mendefinisikan input kerja sebagai
pemanfaatan anggota organisasi yang ditentukan atau peran pekerjaan
mereka selain itu diartikan sebagai Karyawan yang pekerja keras dengan
perhatian dan usaha yang besar dan mengekspresikan secara fisik, kognitif,
dan emosional terhadap peran pekerjaannya tersebut. Cook (2008)
menjelaskan Keterikatan ditandai dengan karyawan yang berkomitmen
pada Organisasi, yang melibatkan aspek mental dari pada fisik, dan bisa
membuat pilihan perilaku tentang bagaimana mereka berperilaku dan
sejauh mana karyawan akan terlibat dengan organisasi (Rihlati, 2018, p.
36).
Khan dalam (Mujiasih E & Ratnaningsih, 2012, p. 3)work
engagement dalam pekerjaan dikonsepsikan sebagai anggota organisasi
yang melaksanakan peran kerjanya, bekerja dan mengekspresikan dirinya
secara fisik, kognitif dan emosional dalam bekerja.
Dimensi Keterikatan Kerja (employee engagement) menurut
Schaufeli (2013) ada tiga yaitu: pertama, giat semangat dikarakteristikkan
dengan tingginya level energi dan ketahanan mental saat bekerja, kemauan
untuk memberi upaya lebih dalam bekerja dan ketekunan dalam
menghadap kesulitan. Kedua, dedikasi dikarakteristikkan dengan adanya
perasaan berarti, antusiasme, inspirasi, kebanggaan dan tantangan.Ketiga,
keasikan, keasikan dikarakteristikkan dengan konsentrasi penuh dan
kesenangan dalam menjalani pekerjaan, di mana tanpa terasa waktu
berjalan cepat dan individu sulit melepas diri dari pekerjaannya (Bayuaji,
2019, p. 18).Schaufeli, Menurut Schaufeli dkk. (dalam Albrecht, 2010)
juga mengartikan, pengertian dari keterikatan kerja yang sering digunakan
adalah perilaku postitif yang berhubungan dengan pekerjaan positif yang
ditandai dengan semangat, dedikasi, dan penyerapan. (Empati, 2017, p. 3