Bakker, Schaufeli, & Taris (2002) menyatakan bahwa keterikatan
kerja merupakan aspek yang meliputi emosi positif, keterlibatan penuh
dalam melakukan pekerjaan dan dikarakteristikkan oleh tiga dimensi
utama, yaitu semangat, dedikasi, serta penyerapan terhadap pekerjaan
(Rullyi, 2012, p. 121)
.1 Semangat
Dimensi pertama yang menandai keterikatan kerja seseorang
adalah Semangat.Semangat didefinisikan sebagai besarnya energi yang
dikeluarkan saat bekerja, ketahanan mental terhadap masalah saat bekerja,
kemauan besar untuk melakukan pekerjaan, kondisi tubuh yang tidak
mudah lelah, serta ketekunan dan ketelitian dalam menghadapi kesulitan
saat menghadapi pekerjaan.
2 Dedikasi
Dimensi kedua yang turut memengaruhi keterikatan kerja sorang
individu adalah dedikasi.Dedikasi ditandai dengan perasaan antusias
seseorang individu dalam melakukan pekerjaan. Hal lain yang
menandakan dimensi ini adalah perasaan bangga individu ketika
melakukan pekerjaannya, baik ketika kondisi sulit maupun tidak. Individu
dengan dedikasi tinggi juga ditandai dengan muncunya inspirasi yang
berasal dari pekerjaannya, sehingga individu tersebut selalu merasa
tertantang untuk menyelesaikan pekerjaannya.
3 Penyerapan/ keasikan dalam pekerjaan
Dimensi ketiga yang memengaruhi keterikatan kerja seorang
individu adalah penyerapan/ keasikan dalam pekerjaan.penyerapan/
keasikan dalam pekerjaanditandai dengan perasaan bahagia seorang
individu ketika menjalani pekerjaannya. Perasaan bahagia akan membuat
individu tenggelam dalam pekerjaan, sehingga individu cenderung
kesulitan untuk memisahkan diri dari pekerjaannya. Dengan demikian,
individu merasa waktu yang dilaluinya ketika bekerja berlalu dengan cepat
sehingga melupakan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. (Lie, 2018, p.
100)
