Pemasaran digital


Menurut Kleindl dan Burrow (2005), pengertian pemasaran digital
adalah sebuah proses perencanaan dan pelaksanaan. Proses tersebut berasal
dari ide, konsep, harga, promosi hingga distribusinya. Jika disederhanakan,
pemasaran digital bisa diartikan sebagai suatu kegiatan pembangunan dan
pemeliharaan hubungan. Sejak awal tahun 2000, teknologi informasi telah
memasuki pasar utama dan dikembangkan lebih jauh menjadi apa yang disebut
sebagai new wave technology. New wave technology adalah teknologi yang
memungkinkan konektivitas dan interaktivitas antar individu dan kelompok
(Armstrong et al. 2014).New wave meliputi tiga kekuatan utama: komputer dan
telepon genggam yang murah, internet yang murah, dan open source. Dalam
era new wave, ekonomi yang dipertimbangkan tidak hanya pertumbuhan
ekonomi, tingkat suku bunga, dan inflasi saja melainkan juga faktor ekonomi
digital. Keberadaan ekonomi digital ditandai dengan semakin maraknya bisnis
atau transaksi perdagangan yang memanfaatkan internet sebagai media
komunikasi, kolaborasi dan kooperasi antar perusahaan ataupun antar individu.
Menurut Sanjaya dan Tarigan (2009) pemasaran digital adalah kegiatan
pemasaran termasuk branding (pengenalan merek) yang menggunakan
berbagai media berbasis web seperti blog, website, e-mail, adwords, ataupun
jejaring sosial. Pemasaran digital bukan hanya berbicara tentang internet
marketing tapi lebih dari itu, sedangkan penjelasan lengkap dari Chaffey dan
Bosomworth (2015) pemasaran digital atau digital marketing memiliki arti
yang hampir sama dengan pemasaran elektronik (e-marketing) keduanya
menggambarkan manajemen dan pelaksanaan pemasaran menggunakan media
elektronik.
Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat dikatakan bahwa
Pemasaran digital adalah penerapan teknologi digital yang membentuk saluran
online (channel online) ke pasar (website, e-mail, database, digital TV) dan
melalui berbagai inovasi terbaru lainnya termasuk di dalamnya blog, feed,
podcast, dan jejaring sosial. Kontribusi keberadaan pemasaran digital terhadap
kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk mendapat keuntungan serta
membangun dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan selain itu
mengembangkan pendekatan yang terencana untuk meningkatkan pengetahuan
tentang pelanggan (terhadap perusahaan, perilaku, nilai dan tingkat loyalitas
terhadap merek produknya), kemudian menyatukan komunikasi yang
ditargetkan dengan pelayanan online sesuai kebutuhan masing-masing
individu atau pelanggan yang spesifik.
Pemasaran digital adalah mencapai tujuan pemasaran melalui
penerapan teknologi dan media pemasaran digital dengan praktek marketing
yang menggunakan saluran distribusi digital untuk mencapai pelanggan
dengan cara yang relevan, personal dan cost-effective (Satyo dan Suprihhadi
2013). Aktivitas-aktivitas pemasaran akan dilakukan secara intensif
menggunakan media komputer, baik mulai dari penawaran produk,
pembayaran dan pengirimannya. Dalam konteks marketing, kondisi krisis
global membuat banyak organisasi mulai memikirkan dan mencari metode
penghematan. Tidak menjadi rahasia umum bahwa biaya terbesar organisasi
selalu berasal dari biaya marketing dan tenaga kerja (Sanjaya dan Tarigan
2009). Organisasi bisnis harus pandai melihat peluang melakukan aktivitas
marketing yang efektif di era digital dengan biaya yang murah dan efektif.
Teknologi digital telah banyak mengubah wajah dunia bisnis, termasuk
aktivitas pemasaran. Teknologi telah mengubah cara manusia dalam berbicara,
berkomunikasi, bertindak, dan mengambil keputusan. Teknologi telah menjadi
sangat efektif dalam memaksimalkan bottom line suatu organisas