Penyebab Timbulnya Stres


Ivanko dalam Hamali (2016: 243) empat sumber-sumber stres utama
yang potensial adalah kehidupan pribadi seseorang, tanggung jawab tugas,
keanggotaan dalam kelompok kerja dan organisasi, dan hubungan kehidupan
kerja.
Sopiah dalam Hamali (2016: 244) stresor atau penyebab stres adalah
suatu kondisi lingkungan tempat tuntutan fisik dan emosional pada seseorang.
Terdapat empat stresor yang berhubungan dengan pekerjaan, yaitu:
(1) Lingkungan fisik
Seperti suasana bising, penerangan lampu yang tidak baik, rancangan
ruang kerja yang buruk, ketiadaan privasi, dan kualitas udara yang buruk.
(2) Stres karena peran atau tugas
Yaitu karyawan mengalami kesulitan memahami apa yang menjadi
tugasnya dan peran yang dimainkan terlalu berat.
(3) Penyebab stres antarpribadi
Berupa perbedaan karakter, kepribadian, latar belakang, dan persepsi
karena adanya kompetisi untuk mencapai target kerja.
(4) Organisasi
Adanya pengurangan karyawan, restrukturisasi perusahaan, privatisasi,
dan merger merupakan kebijakan perusahaan yang berpotensi
memunculkan stres.
Sopiah dalam Hamali (2016: 245) sementara stresor yang bukan
bersumber dari pekerjaan yaitu:
(1) Time based conflict
Tantangan untuk menyeimbangkan tuntutan waktu untuk pekerjaan
dengan aktivitas keluarga dan aktivitas bukan pekerjaan lainnya.
(2) Strain based conflicti
Terjadi ketika stres dari satu sumber meluap melebihi kemampuan yang
dimiliki orang tersebut.
(3) Role behavior conflict
Peran ganda karyawan antara di tempat kerja maupun di lingkungan
tempat tinggalnya dengan tuntutan membangun harmoni antara keduanya.
(4) Stres karena adanya perbedaan individu
Terdapat dua karakteristik individu yaitu Tipe A dan Tipe B. Karakteristik
individu berdasarkan Tipe A terdiri dari berbicara dengan cepat,
mencurahkan pada pekerjaan, motivasi bersaing tinggi, berjuang
melakukan beberapa tugas, kuat pendirian, tingkat kemalasan rendah,
mudah hilang kesabarannya, dan menyela orang lain. Tipe B memiliki
karakteristik yang menangani detail dengan sabar, kurang bersaing dengan
orang lain, merenungkan isu dengan hati-hati, rendah kepedulian terhadap
keterbatasan, tidak merasa bersalah karena kesantaian, santai dalam hidup,
bekerja dengan langkah tetap, dan tidak mudah marah.