Pengertian Turnover Intention


Menurut Witasari L (2009), turnover intention diartikan sebagai pergerakan
keluar masuknya tenaga kerja dari sebuah organisasi. Turn over lebih mengarah
kepada kenyataan akhir yang dihadapi oleh perusahaan yang bentunya jumlah
karyawan yang meninggalkan perusahaan pada periode tertentu, sedangkan
turnover intentions lebih condong ke hasil evaluasi individu bahwa keputusannya
terhadap hubungan dengan perusahaan belum diwujudkan dalam tindakan yang
pasti untuk meninggalakan perusahaan.
Keinginan berpindah mengacu pada keinginan yang secara sadar dan
disengaja untuk meninggalkan organisasi (Huang and Su, 2016). Turnover dapat
berupa pengunduran diri, perpindahan keluar unit organisasi, pemberhentian atau
kematian anggota organisasi. Menurut Mathis et. al (2001), perpindahan karyawan
harus segera digantikan karena dampak dari timbulnya aktifitas turnover akan
mempengaruhi berbagai aktivitas kerja yang terdapat pada perusahaan dan juga
dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan secara keseluruhan.
Menurut Utami dan Bonussyeani (2009) antara karyawan yang
meninggalakan organisasi secara suka rela tetapi dapat dihindar dan karyawan yang
tetap tinggal pada organisasi (stay) yang tidak dapat dibedakan karakteristikya
tingkat kepuasan dan komitmennya. Perpindahan kerja suka rela yang dapat
dihindari disebabkan karena alasan-alasan:
a. Upaya yang lebih baik ditempat lain.
b. Kondisi kerja yang lebih baik di organisasi lain.
c. Masalah dengan kepemimpinan atau administrasi yang sudah ada.
d. Adanya orgnanisasi atau perusahaan yang lebih baik